Jumat dalam Pekan Biasa XXXIV, 25 November 2016

Why 20: 1-4  +  Mzm 84  +  Luk 21: 29-33

 

 

 

Lectio

Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.  Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.  Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

 

 

 

Meditatio

'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.  Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat', tegas Yesus yang menyatakan kemampuan banyak orang untuk mengamat-amati tanda-tanda musim. 'Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat'. Apakah yang dimaksudkan oleh Yesus dengan hal-hal itu terjadi? Apakah pengepungan Yerusalem dan hancurnya bumi yang dimaksudkanNya? Bukankah kedatangan Kerajaan Allah tanpa tanda-tanda lahiriah? Kalau kehancuran Yerusalem memang pernah terjadi di tahun 70 tidaklah demikian memang dengan akhir jaman. Namun tak dapat disangkal, kepekaan hatilah yang dapat menangkap kehadiran Tuhan Allah sendiri kelak di akhir jaman. Kepekaan hati adalah sarana indah bagi setiap orang untuk menanggapi kehendak Tuhan sendiri. Sebab bukankah kepekaan hati menunjukkan seseorang terbiasa mendengar dan melihat kehendak Allah? Banyak orang amat profesional dalam bidang masing-masing; yang memang tak mungkin ditukar satu dengan lainnya. Demikian juga kepekaan hati setiap orang yang selalu siap sedia mendengarkan sabda Tuhan akan menyelamatkan mereka untuk menikmati yang indah dari Allah dan bebas dari segala kehancuran dan kebinasaan dunia.

Yohanes dalam kitab Wahyu menulis : 'aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya' (Why. 21:1-2).
Kehadiran Tuhan adalah kehadiran yang membahagiakan, bukanlah malapetaka dan kehancuran. Mungkin semuanya itu bisa terjadi, dan tidak sesuai dengan keinginan kita, bila orang tidak mau mendekatkan dri kepadaNya, tidak mau mendengarkan sabdaNya, dan tidak mau mempunyai sedikitpun rasa tobat sebagaimana memang dikehendaki Allah. Jikalau kamu tidak bertobat, kamu pun juga akan mengalami hal yang sama sebagaimana dialami oleh orang-orang Galilea yang darahnya dicapur dengan darah persembahan, atau mereka yang tertimpa dekat menara Siloam.

'Aku berkata kepadamu: langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'. SabdaMulah ya Kristus hidup kekal. Itulah janji Yesus kepada setiap yang setia kepadaNya, janji keselamatan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kepekaan hati untuk mengenali kehadiranMu melalui peristiwa dan sesama di sekitar kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat'.

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012