Kamis dalam Pekan Biasa XXXII, 10 November 2015

Fil 7-20  +  Mzm 146  +  Luk 17: 20-25

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari  atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari  atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: 'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana!'. Mengapa kita manusia tidak dapat menangkap tanda-tanda kehadiranNya? Bisa saja kita mengerti memang, sebab apabila kita tangkap tanda-tanda kehadiranNya berarti Kerajaan Allah itu ada dalam pengawasan inderawi kita; yang sekaligus menunjukkan kemampuan inderawi kita menguasai kehadiranNya itu. Namun lebih dari itu, tegas Yesus kepada mereka semua yang mendengarkan pengajaranNya, 'sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'. Mengapa harus dicari-cari kehadiran sang KerajaanNya, bukankah Dia, Anak Manusia ada di tengah-tengah mereka? Kehadiran Yesus adalah kehadiran Kerajaan Allah.

Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: 'akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya'. Sepertinya tidak ada keistimewaan bagi mereka. Malahan, 'orang akan berkata kepadamu: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut'. Para murid diminta untuk tidak mudah terprovokasi. Mengapa? Bukankah Yesus sang Guru sudah menaruh kepercayaan kepada orang-orang yang dikasihiNya ini? Bukankah mereka mendapatkan perhatian lebih dari sang Guru? Mengapa mereka masih mau menoleh ke kanan atau ke kiri? 'Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya'. Penyataan Yesus ini menyatakan sekali lagi, bahwa kemampuan inderawi manusia tak dapat menangkap tanda-tanda kehadiranNya secara akurat. Mengapa? Karena memang kahadiranNya mengatasi kemampuan insani manusia. Dia adalah sang Pencipta, yang tentunya tidak dapat ditangkap dengan baik oleh ciptaanNya, sebaliknya sang pencipta pasti menguasai ciptaanNya. Kehadiran dan gerakan kehadiranNya mengatasi segala ciptaanNya. Bagaikan kilat, kita hanya mampu meihat secara pintas dan tak mampu meraihNya dengan segala kemampuan insani kita.

Namun tak dapat disangkal, Yesus menambahkan: 'Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini'. Dia yang agung dan mulia itu mau turun ke tengah-tengah umatNya. Dia tidak secara otoriter mengubah ciptaanNya, malah sebaliknya Dia menerima ciptaan apa adanya, termasuk keinginan dan kecenderungan insani yang ingin selalu mencari kepuasan diri, termasuk ingin menguasai sang Pencipta sebagaimana pernah dihanyutkannya dalam karya penciptaan, yang mana manusia ingin mata akan selalu terbuka, dan akan menjadi seperti Allah (Kej 3: 5).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, beri kami pengertian untuk memahami sabdaMu, bahwa KerajaanMu sudah hadir dan ada di tengah-tengah kami, agar kami tidak mudah dipengaruhi dan terbawa dengan segala ajaran yang semakin menjauhkan dan memisahkan kami daripadaMu.

Santo Leo Agung, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana!'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening