Kamis dalam Pekan Biasa XXXII, 3 November 2016

Fil 3: 3-8  +  Mzm 105  +  Luk 15: 1-10

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari  para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

 

Meditatio

Pada suatu hari  para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Apakah mereka bangga bisa datang dan berjumpa dengan Yesus? Sepertinya mereka sungguh bangga dapat datang kepadaNya, malah mendengarkan sabda dan kehendakNya. Ada kemauan baik, ada pertobatan mereka untuk mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan yang menyelamatkan. Para pemungut cukai dan para pendosa ternyata menginginkan keselamatan bagi hidupnya. Paulus sebaliknya malahan dapat menangkap maksud orang-orang berdosa dan para pemungut cukai yang datang kepada Yesus. Mereka datang kepada Yesus, karena mereka melihat sesuatu yang  indah dalam diri sang Guru dari Nazaret itu. Paulus mengerti mereka, dan malah mengenakan kerinduan itu dalam dirinya. Setelah dia mendapatkannya, dengan tegas dia mengingatkan: 'apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya'(Fil 3:7-8). Paulus berani berkata demikian karena memang dia telah menemukan yang indah, dan kemudian memilih dan mengambilnya.

          Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Keinginan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa sepertinya tidak ditangkap dan tidak bisa dimengerti oleh orang-orang Farisi dan para ahi Taurat. Malahan Yesus hendaknya tidak bergaul dengan mereka. Kalau benar-benar Dia seorang nabi pasti tahu siapakah yang Dia hadapi itu? Yesus seharusnya malahan harus menjauhi mereka, dan bukannya mendekati mereka.  Bukankah mereka itu pengganggu masyarakat? Bukankah mereka itu yang membuat umat Allah berdosa?

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka. Yesus yang tahu isi hati umatNya, pasti akan menegur dan mengingatkan mereka. Yesus mengingatkan, karena Dia Allah yang menghendaki semua orang beroleh selamat. 'Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan'. Yesus menegaskan kembali dengan memberi perumpamaan lain. KataNya, 'atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan'.

Mendapatkan kembali barang yang hilang memang  amat menyenangkan, terlebih bila disertai usaha mencari dan mencarinya. Bukankah yang sulit bagi Yesus untuk mendapatkan kembali segala yang hilang, karena memang Dia yang menciptakan dengan penuh kuasa; namun kiranya kemauan untuk ditemukan dan diajak kembali berada dalam kasihNya yang menyelamatkan merupakan sukacita tersendiri. Sebab keberanian ditemukan kembali oleh Allah akan mendatangkan keselamatan bagi orang-orang yang merindukannya. Itulah keselamatan. Bertobat berarti mau ditemukan, mau dipanggil dan kembali datang kepadaNya. 'Aku berkata kepadamu: akan sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang untuk menemukan dombaMu yang hilang, berilah kami juga hati yang peduli terhadap mereka yang dianggap orang buangan, sampah masyarakat, agar dalam diri kami merekapun menemukan kasihMu di dalamnya dan dapat menikmati keselamatan dalam hidupnya. Amin

 

 

Contemplatio

'Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening