Kamis dalam Pekan Biasa XXXIII, 17 November 2016


Why 5: 1-10  +  Mzm 149  +  Luk 19: 41-44

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya, kata-Nya: 'wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Itulah penyesalan Yesus terhadap Yerusalem, kota raja Daud, kota Tuhan. Sebagai kota milik Tuhan, kota kesayanganNya, seharusnya orang-orang mengenal siapakah Tuhan Allah sang Empunya kehidupan itu. Menyambut Tuhan Allah membuat setiap orang merasakan sukacita dan damai. Sebab memang hanya dalam Tuhan Yesus ada hidup dan selamat, ada damai dan sukacita. Menerima Yesus berarti menerima sukacita. 'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!' (Luk 13: 34), seru Yesus menangisinya. Ketidakmauan Yerusalem bertanggungjawab atas kepemilikan dirinya oleh Tuhan sepertinya akan mendatangkan kebinasaan. Tanpa segan-segan Yesus mengingatkan: 'akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'.

Yerusalem menjadi gambaran orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Tuhan selalu menyertai dan mendampinginya, mereka mengabaikanNya, bahkan melawan, mendera dan meniadakanNya. Semuanya dilakukan semenjak semula Allah mengasihinya. Yerusalem menjadi gambaran orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka berani menerima tetapi tidak mau bertanggungjawab, dan tidak mau memberi kepada orang lain. Yerusalem adalah gambaran nyata akan orang-orang yang tidak mau bekerja keras, mereka hanya menuntut dan menuntut. Seharusnya mereka berani menerima kenyataan yang mendewasakan hidup. Mereka tidak berani berusaha dan berjuang. Mereka tidak berani berkorban. Mereka hanya mencari kepuasan diri. Yerusalem memang adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan Sang Empunya kehidupan, tetapi mereka tidak mau merasakanNya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar menjadi pribadi yang dapat bersyukur atas rahmat kasihMu yang menyelamatkan, dan mampu mengungkapkannya dengan berbagi kasih kepada sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! '

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012