Minggu Adven I, 27 November 2016

Yes 2: 1-5  +  Rom 13: 11-14  +  Mat 24: 37-44

 

 

 

Lectio

Yesus berkata kepada mereka mendengarkan pengajaranNya: "sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.  Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,  dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.  Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;  kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.  Tetapi ketahuilah ini:  jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

 

 

 

Meditatio

Yesus berkata kepada mereka mendengarkan pengajaranNya: 'sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'. Ada kesamaan jaman Nuh dan jaman kedatangan Anak Manusia. Apa kesamaannya?  'Sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,  dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'. Itulah kesamaannya. Kedatangan Anak Manusia sepertinya mendatangkan bencana dan malapetaka, karena ketidakmau-tahuan mereka mendengarkan ajaran. Tidak mau selamat berarti binasa. Seperti orang-orang yang tidak mau diajak untuk masuk dalam perahu keselamatan, demikian orang-orang yang tidak mau mendengarkan sapaan dan panggilan Tuhan Yesus sang Mesias. Kedatangan Anak Manusia membawa pemisahan seorang dengan lainnya, antara mereka yang merindukan keselamatan dan dengan mereka yang harus binasa.  'Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;  kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'.

'Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.  Tetapi ketahuilah ini: jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar'. Kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya memang akan terjadi secara tiba-tiba dan mendadak, tidak ada orang yang mengetahuinya. Dia datang bagaikan seorang pencuri di malam hari. Apakah Yesus secara sengaja mencari kelengahan manusia? Bukan. Yesus mengajak kita untuk selalu berkomunikasi denganNya dalam setiap langkah hidup kita. Siapapun yang selalu berkomunikasi dengan Allah tidak akan kuatir dan gelisah kapanpun Dia datang. Bukankah dia sudah akan terbiasa berdiri di hadapanNya yang menyelamatkan?  'Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga', pinta Yesus kepada kita semua.

Tuhan Yesus memang akan datang dengan tidak disangka-sangka. Kapan itu? Tidak ada orang yang mengetahuinya. Paling sedikit 'sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya' (Rom 13). Bukankah kita ini berjalan dalam hitungan waktu? Semakin lama kita berjalan tentunya semakin dekatlah tujuan yang hendak kita capai.

Apa yang harus kita lakukan dengan berjaga-jaga, atau adakah yang dimaksudkan dengan berjaga-jaga itu? Berjaga-jaga agar kita layak menyambut kedatanganNya itu adalah 'menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang'. Paulus dalam suratnya lebih mengkonkritkan lagi dengan berkata: 'marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya' (Rom 13). Berjaga-jaga dalam bahasa Yesaya dituliskan juga dalam kitabnya: 'mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem' (Yes 2).  

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk setia mendengarkan sabdaMu dan berjaga-jaga, agar kamipun kedapatan setia kelak dan menikmati keselamatan kekal bersamaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012