Minggu dalam Pekan Biasa XXXII, 13 November 2016


Mal 4: 1-2a + Mzm 98 + Luk 21: 5-19

 

Lectio

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
"Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" JawabNya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."

Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

 

 

Meditatio

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 'apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Mengapa Yesus berkata seperti itu? Tidakkah Yedus juga bangga dengan rumah Tuhan yang indah dan megah? Bukankah cinta akan RumahKu menghanguskan Aku, sebagaimana dikatakan beberapa hari  lalu? Ternyata murid-murid juga heran dn kaget dengan penyataan Yesus. Maka murid-murid  bertanya kepada Yesus, katanya: 'Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?'.  Apakah dengan bertanya demikian, mereka hendak mempersipkan diri? Tak dapat disangkal, kehancuran bait Allah dalam benak orang Israel dihubungkan dengan akhir dunia. Mengapa? Sebab Bait Allah merupakan lambang perlindungan Allah yang aman, hanya kekacauan yang begitu mengerikan yang disebut hari Tuhan itu yang mampu menggoyahkannya (Yer 13: 9). Bukankah nabi Maleakhi juga mengingatkan bahwa hari Tuhan akan daganag bagaikan api menyala-nyala? (Mal 4: 1-2)

JawabNya:  'waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan'. Yesus malah meminta para muridNya berjaga dan berjaga. Yesus tidak menyatakan kapan saatnya tiba. Yesus juga menambahkan:  'banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: akulah Dia, dan  saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka'. Para murid diminta tidak mengikuti mereka, karena mereka semua adalah penipu dan penyesat. Yesus meminta waspada terhadap mereka para penyesat. 'Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera'. Bukankah memang Kerajaan Allah hadir tanpa disertai tanda-tanda lahiriah? Bukankah indera kita tidak dapat menangkapNya? Semuanya sepertinya akan terjadi, dan itulah memang realitas dunia yang tidak abadi. Semuanya bisa terjadi.

Ia berkata kepada mereka: 'bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'. Kapan itu terjadi? Mengapa semuanya itu terjadi? Apakah memang harus terjadi? Apa itu memang akhir jaman? Tidak ada seorang pun yang tahu. Yesus menambahkan: 'tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu'. Dengan penyataanNya ini Yesus menegaskan bahwa aneka perlawanan yang dialami para muridNya akan tetep terjadi, dan mereka akan terus mengalami dan mengalami, bahkan dapat mengatasi aneka perlawanan yang mereka hadapi. 'Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi'.

'Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Yesus memberi jaminan, bahwa Dia sendiri akan menyertai para muridNya. Mereka tidak sendirian. Yesus ada bersama mereka. Namun mereka diminta untuk tetap bertahan dan bertahan. Sebab memang mereka akan mengalami perlawanan, bukan dari orang-orang yang berasal dari jauh sana, melainkan dari keluarga sendiri, orang-orang di sekitar mereka.

Apakah kelak bila tidak ada tantangan, kita boleh duduk manis dan tidak melakukan sesuatu? Kalau tokh tidak ada tantangan yang menghadang, Yesus meninta kita malah menjadi sesama bagi orang lain. Hendaknya kita tidak menjadi beban bagi orang lain, atau malah batu sandungan bagi sesama. Itulah yang disampaikan Yesus sendiri melalui Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Tesalonika (3: 7-12). Mengikuti Yesus berarti menjadi sesama bagi orang lain, dan siap menghadapi realitas hidup apa adanya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar semakin berani dalam melakukan sabda dan kehendakMu, sebab hanya di dalam namaMu kami memperoleh keselamatan. Amin

 

 

Contemplatio

'Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012