Peringatan Maria dipersembahkan kepada Allah, 21 November 2016


Why 14: 1-3  +  Mzm 24  +  Luk 21: 1-4

 

 

Lectio

Pada saat itu ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.  Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio

Pada saat itu ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Semakin banyak menerima setiap orang diajak untuk semakin berani  banyak memberi. Bukankah kita diajak untuk menjadi saluran berkat bagi sesama?  Lalu Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'. Mengapa Yesus berkata seperti itu? Apakah Dia melihat beberapa orang kaya hanya memasukkan sedikit dana yang dimilikinya? Apakah Yesus melihat keikhlasan hati perempuan janda itu? Yesus pasti tahu isi hati mereka semua umatNya. Yesus berkata seperti itu, karena Dia menyatakan kebenaran. Sepertinya orang-orang tidak menyadari pedoman yang menerima banyak hendaknya memberi banyak juga. Ada juga beberapa orang yang asal-asal memberi, atau mereka malah sengaja memberi tetapi apa yang dilakukan oleh tangan kanan sengaja diketahui oleh tangan kiri.

Dengan kasat mata Yesus melihat bahwa perempuan janda itu memberi dua peser, dan kiranya Yesus pasti tahu sejumlah uang yang dimilikinya, maka dengan tegas Dia menyatakan bahwa perempuan itu memberi dari segala yang dimilikinya. Memberi memang menunjukkan kebebasan dari seseorang. Bebas untuk melakukan sesuatu, dan tidak ada yang mengekang dan melarangnya. Kalaupun ada yang melarang, dia tetap setia untuk berani berbagi dengan sesama. Kekangan harta bendapun tidak mampu mengalahkan orang-orang yang mempunyai jiwa belaskasih. Dia seorang yang tahu apa yang baik bagi sesama. Dia tahu untuk membangun sesama. Dia tahu bahwa kehadiran Tuhan Allah juga tampak dalam diri sesama yang berkekurangan. Bukankah Yesus sendiri pernah mengatakan apa yang kamu perbuat untuk saudaraKu yang paling hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu? Perempuan janda itupun sepertinya mampu menemukan kehadiran sang Ilahi dalam diri sesamanya. Dia memberi, bukan karena kewajiban atau antara hidup bersama, melainkan hanya karena kasih.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kamipun ingin belajar seperti janda yang memberi dengan segala kemampuannya, bantulah kami ya Yesus agar kamipun mampu dan tulus hati dalam menolong sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012