Rabu dalam Pekan Biasa XXXIV, 23 November 2016


Why 15: 1-15  +  Mzm 98  +  Luk 21: 12-19

 

 

 

Lectio

Yesus berkata kepada mereka: "akan dating waktunya kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

 

 

 

Meditatio

Yesus meneguhkan para muridNya: 'kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu'. Dengan penyataanNya ini Yesus menegaskan, bahwa aneka perlawanan yang dialami para muridNya akan tetap terjadi, dan mereka akan terus mengalami dan mengalami, tetapi mereka akan dapat mengatasi aneka perlawanan itu. Yesus malahan sepertinya membiarkan mereka mengalami semuanya itu. Bukankah Yesus sendiri pernah menyampaikan kepada Bapa, bahwa Dia tidak akan mengambil mereka dari dunia, tetapi malah meminta Bapa untuk menjaga dan melindungi mereka? 'Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi', tegas Yesus. Ketidaknyamanan dalam beriman malah menjadi kesempatan untuk memurnikan diri untuk semakin mengenal Tuhan Yesus.

'Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'. Yesus tidak membiarkan mereka sendirian. Yesus akan mendampingi mereka dengan RohNya sendiri. Pendampingan diberikan, bukan dimaksudkan agar mereka berani bersilang pendapat, melainkan semata-mata menyampaikan kebenaran ilahi. Kebenaran harus disampaikan selalu, entah itu menyenangkan atau tidak menyenangkan hati banyak orang. 'Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu'. Di sinilah memang benar bahwa Kristus datang untuk membawa pedang. Dia lahir guna menjadi bahan perbantahan banyak orang (Luk 2), demikian juga setiap orang yang percaya kepadaNya. Sebagaimana Kristus harus terpaku di salib, demikian juga setiap orang yang percaya kepadaNya, juga akan memanggul salib kehidupan. 'Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Yesus memberi jaminan, bahwa Dia sendiri akan menyertai para muridNya. Mereka tidak sendirian. Yesus ada bersama mereka. Namun mereka diminta untuk tetap bertahan dan bertahan. Sebab memang mereka akan mengalami perlawanan, bukan dari orang-orang yang berasal dari jauh sana, melainkan dari keluarga sendiri, orang-orang di sekitar mereka. Penyataan ini juga menjadi umpan balik bagi setiap orang yang berkeinginan mewartakan sabda dan kebaikan Tuhan hanya untuk orang-orang yang ada di sana. Dia takut memberitahukan sabda kepada keluarga sendiri, juga bagi orang-orang yang ada di lingkungan dan paroki di mana dia berada.

Apakah kelak bila tidak ada tantangan, kita boleh duduk manis dan tidak melakukan sesuatu? Kalau tokh tidak ada tantangan yang menghadang, Yesus meminta kita malah menjadi sesama bagi orang lain. Hendaknya kita tidak menjadi beban bagi orang lain, atau malah batu sandungan bagi sesama. Itulah yang disampaikan Yesus sendiri melalui Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Tesalonika (3: 7-12). Mengikuti Yesus berarti menjadi sesama bagi orang lain, dan siap menghadapi realitas hidup apa adanya. Kitab Wahyu malah mengingatkan, bahwa kesempatan bersaksi adalah kesempatan indah untuk memuliakan Tuhan (15: 1-4). Kita diberi kesempatan bersama.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk teguh dalam beriman kepadaMu, ketika harus menghadapi pelbagai tantangan dan kesulitan, agar kami berani menyampaikan kebenaran sabdaMu. Sebab Engkau sendiri yang akan menyertai dan memampukan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'.






Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012