Sabtu dalam Pekan Biasa XXXIV, 26 November 2016

Why 22: 1-7  +  Mzm 95  +  Luk 21: 34-36

 

 

 

Lectio

Yesus berkata kepada mereka: "jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia".

 

 

 

Meditatio

Yesus berkata kepada mereka: 'jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat'. Kita bukannya tidak boleh mengikuti pesta apapun. Segala-galanya ada waktunya. Namun janganlah kesibukan kita sehari-hari hanya terpenuhi dengan acara pesta pora yang memabukkan, dan membuat kita lupa diri. Demikian juga dengan pelbagai aneka kesibukan sehari-hari yang memang tidak memberi kesempatan sejenak beristirahat bersama Tuhan Allah. Kita benar-benar tenggelam dalam dunia, dan menjadi anak-anak dunia. Ingat kehancuran dan malapetaka, pemberontakan dan peperangan sebagaimana digambarkan oleh Yesus dengan runtuhnya Yerusalem bisa terjadi, dan bisa 'akan menimpa semua penduduk bumi ini'. Kita akan selamat dan lepas dari aneka malapetaka yang menimpa itu, bila kita bersekutu dengan Yang tak akan berlalu.  'Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'. Kita tak dapat bertahan berdiri di hadapanNya, bila memang kita berlumuran dosa atau bercacat dan penuh dengan luka-luka dosa, dan tak terbiasa mendengarkan suaraNya yang membuat kita hidup kekal dan bebas dari kuasa kematian.

'Malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka' (Why 22). Inilah sukacita Ilahi yang dijanjikan Allah sendiri melalui wahyu yang dinikmati oleh Yohanes. Segala dapat terjamin dengan indahnya karena Tuhan Allah sendiri. Namun sekali lagi tak dapat dinikmati oleh orang-orang yang terluka oleh dosa. Mereka tidak dapat menikmatinya karena ketidakmampuan diri sebagai orang-orang yang terluka.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami agar disela-sela kesibukan, kami selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan suaraMu. Tidak terpukau dengan keduniawian yang membuat kami jatuh dan binasa. Amin

 

 

Contemplatio

'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening