Selasa dalam Pekan Biasa XXXII, 8 November 2016

Tit 2 1-8  +  Mzm 37  +  Luk 17: 7-10

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

Meditatio

'Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: mari segera makan!  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?'.

Sebuah perumpamaan yang amat sederhana dan konkrit. Yesus kemudian menegaskan: 'demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'. Permintaan Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua, agar dengan rendah hati tidak mudah berbangga diri bila dapat melakukan suatu kebaikan, ataupun dapat membantu dan menyenangkan hati orang lain. Sebab mudah membanggakan diri dan merasa melakukan segala sesuatu membuat seorang pribadi akan mudah lupa diri, dan malah akan meremehkan orang lain, terlebih mereka yang tak mampu dan berkekurangan.

Kiranya hal yang lebih indah lagi kita berani mengatakan bahwa kita dapat melakukan segala sesuatu karena kekuatan Kristus sendiri yang ada pada kita (Fil 4: 13). Segala perkara dapat aku lakukan, karena Dia ada bersama aku. Ucapan Paulus ini benar-benar mengajak kita untuk berani mengakui bahwa segala kemampuan kita bisa terjadi dengan indahnya, karena Kristus Tuhan. Dengan demikian, semakin bertambahnya usia, bertambah pula pengalaman kita dalam mengenal Allah. Semakin berusia tentunya semakin kita mengenal Allah. Surat Paulus kepada Titus (2: 1-14) malah meminta kita orang-orang yang sudah banyak makan garam hendaknya berani memberi yang terbaik bagi sesama, memberi contoh bagi mereka yang belum banyak pengalaman. Sebaliknya janganlah malahan bertambahnya usia menjadi teguran bagi kita,  sebagaimana yang pernah dikatakan Yesus ketika banyak orang yang hendak merajam perempuan yang kedapatan berdosa (Yoh 8).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kerendahan hati dalam melakukan setiap hal agar tidak menjadi sombong dan meremehkan sesama, sebab apapun yang kami miliki adalah daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012