Senin dalam Pekan Biasa XXXII, 14 November 2016

Why 1: 1-4 + Mzm 1  +  Luk 18: 35-43

 

Lectio

Suatu hari waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"  Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:  "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"  Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"  Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Siapakah dia? Apakah Bartimeus sebagaimana diceritakan oleh penginjil lain?  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: 'apa itu?'. Hanya matanya yang terganggu orang itu, tidaklah demikian dengan telinga dan hatinya.  Kata orang kepadanya: 'Yesus orang Nazaret lewat'.  Lalu ia berseru: 'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!'. Teriakan orang satu ini menunjukkan, bahwa hatinya telah mengenal Guru, Orang Nazaret itu. Dia tahu siapakah Yesus. Sejauh mana pengenalannya? Sejauh teriakannya itulah.  Mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam, tetapi semakin keras ia berseru: 'Anak Daud, kasihanilah aku!'. Ada dua keterangan yang berjalan serentak. Yang satu adalah dia yang membutuhkan, dan yang lain adalah mereka orang-orang yang tidak mau terganggu kenyamanannya dalam mengikuti Yesus. Aneh tapi nyata, mengakui mengikuti Kristus Tuhan, tetapi tidak mau terganggu oleh kenyataan yang ada. Mereka ingin mengikuti Yesus dalam kenyamanan diri.

Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:  'apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?'. Mengapa Yesus bertanya seperti itu?  Apa Yesus tidak tahu apa yang menjadi kebutuhan umatNya?  Jawab orang itu: 'Tuhan, supaya aku dapat melihat!'. Orang itu tidak menyebut lagi anak Daud, melainkan Tuhan. Kalau Yesus menurunkan pengetahuanNya dengan berkata apa yang kau kehendaki, sebaliknya orang buta itu menaikkan pengetahuan dengan berkata Tuhan.  Lalu kata Yesus kepadanya: 'melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!'.  Tuhan membuat segalanya indah. Yang buta melihat, yang timpang melompat, dan yang bisu bisa berbicara. Iman mengundang mukjizat Tuhan bagi umatNya.  Dan seketika itu juga melihatlah ia. Iman kepercayaan menjadikan yang di luar kemampuan manusia menjadi mungkin adanya. Lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Segala sesuatu yang diberikan Tuhan kepada umatNya membuat setiap orang semakin berani mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mengikuti Dia. Namun tak dapat disangkal, mengikuti Tuhan Allah mempunyai perbedaan satu dengan lainnya. Ada banyak cara dalam mengikuti Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan ini. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk memberanikan diri datang kepadaMu, walaupun begitu banyak rintangan di hadapan kami, memohon belas kasihMu. Sebab Engkaulah yang memberikan kehidupan bagi kami. Terima kasih Yesus untuk rahmat kasihMu ini. Amin

 

 

Contemplatio

'Anak Daud, kasihanilah aku!'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening