Senin dalam Pekan Biasa XXXII, 7 November 2016

Tit 1: 1-9  +  Mzm 24  +  Luk 17: 1-6

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Penyataan Yesus ini mengingatkan kita, bahwa dalam hidup bersama bisa saja terjadi perlawanan dan bahkan permusuhan satu dengan lain. Saling menjegal satu dengan lainnya, yang semuanya itu diakibatkan rasa egois diri yang kuat dalam diri setiap orang. Menyesatkan dan membuat orang celaka dan binasa pun bisa terjadi. Sebuah pembunuhan karakter terhadap sesama. Allah yang menghendaki keselamatan tak segan-segan membiarkan seseorang yang menyesatkan sesamanya itu dihukum. Mengapa? Karena dia melawan hukum cinta kasih yang dikehendaki Allah sendiri.   

'Jagalah dirimu!', pinta Yesus kepada para muridNya,  'jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia; bahkan  jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Sebelum penyesatan itu semakin melebar, setiap orang harus berani menegur sesamanya, bila memang ada yang melawan hukum cinta kasih. Pembiaran orang melanggar hukum cinta kasih tidak ubahnya kita menyuruh dan membiarkan orang berdosa dan binasa. Karena itu, seberapa kali dia  bersalah, kita harus berani mengampuni dan memaafkannya.   

Namun kiranya tidak saja berbuat sesat, setelah melihat orang jatuh dalam dosa, malah sebaliknya setiap orang diajak untuk selalu berada dalam kondisi baik, benar dan suci adanya. Karena mengutip surat Paulus kepada Titus, hendaknya setiap orang itu 'hanya mempunyai satu isteri, dan anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Dalam pergaulan hendaknya tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri  dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat' (Tit 1: 5-9). Paulus menghendaki agar kita semua dalam kondisi tidak bercacat, sehingga siap sedia dalam kedatangan Yesus kapanpun dan di manapun

Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: 'tambahkanlah iman kami!'. Mengapa para rasul itu tiba-tiba berkata begitu? Apakah mereka ragu-ragu akan iman mereka? Atau terlalu sulit yang diajarkan Yesus kepada mereka, sehingga mereka tidak akan mampu melaksanakannya?  Jawab Tuhan: 'kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Yesus menunjukkan betapa besar kekuatan iman dalam perjalanan hidup ini; bukan saja untuk mendapatkan kebangkitan sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin, tetapi juga memberi sukacita dalam setiap langkah hidup kita ini. Iman membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin adanya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami hati yang mudah mengampuni mereka yang berbuat jahat kepada kami, seperti Engkau sendiri yang berbelaskasih. Penuhilah hati kami dengan belaskasihMu ya Yesus.Amin

 

 

Contemplatio

'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012