Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda, 8 Desember 2016

Kej 3: 9-20  +  Ef 1: 3-12  +  Luk 1: 26-38

 

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

 

 

Meditatio

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Sebuah jawaban yang berani diberikan Maria kepada malaikat yang membawa kabar sukacita. Kabar sukacita bukanlah hal yang mudah. Kabar sukacita juga bukanlah hal yang mudah dimengerti oleh Maria. Namun seperti yang dikatakan Yesus kemarin, bahwa 'kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan', benar-benar dinikmati oleh Maria. Maria berani menerimaNya walau semuanya belum bisa masuk dalam akal budinya secara lancar mengalir. Maria berani menerima kuk yang diberikan oleh malaikat Tuhan.

Bagaimana dia bisa berani menerima semuanya itu? Apakah modal Maria sehingga dengan berani menjawab semuanya itu?  'Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan'. Sebuah penyataan yang memang sudah terprogramkan dengan indahnya, apakah Maria mengetahui semua itu? Apakah Maria tahu artinya mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki? Maria tahu semuanya itu tetapi mana mungkin semuanya itu bisa terjadi pada dirinya. 'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?', sebuah pertanyaan yang menegaskan ketidakmampuan diri menerima. Bukankah semuanya itu bisa terjadi, yakni mengandung dan melahirkan seorang anak, kalau memang seorang sudah bersuami? Sebuah kepolosan hati yang amat luar biasa. Maria menangkap bahasa malaikat itu, tetapi dia tidak mampu melakukannya.

'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah'. Roh Kudus akan membuat setiap orang mengerti dan mampu melakukan segala sesuatu yang dikehendaki Tuhan sebagaimana yang dialami Maria. Roh Kudus memampukan karena Dia adalah Roh Allah yang mengalir dari Bapa dan Putera. 'Bagi Allah tidak ada yang mustahil', dan semuanya itu akan terjadi bila seseorang membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus. Jawaban Maria: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', adalah pembiaran diri dikuasai oleh Allah. Maria tidak mengandalkan kekuatan insani diri, melainkan semata-mata membiarkan Roh Kristus berkarya dalam diriNya.

Kita bukanlah orang-orang yang baru mengenal Kristus. Kita adalah orang-orang yang sudah dipersatukan dalam Kristus, menerima sakramen baptis dan terus diperbaharui dalam sabda dan sakramen-sakramenNya. Layaklah kalau kita selalu berani bersyukur atas semuanya itu sembari berkata: 'terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya' (Ef 1: 3).

Kalau kita saja telah dipilih oleh Allah sebelum dunia berkat karya penebusan Kristus, tentunya Maria. Maria tentunya mendapatkan perhatian istimewa dari Tuhan Allah. Gereja yakin Maria dikandung tanpa noda dosa sebagaimana kita rayakan hari ini, karena dia mendapatkan tugas istimewa. Bukankah karya penebusan Kristus berlaku surut? Karya penebusan bukannya meniadakan manusia jatuh dalam dosa, sebagaimana diceritakan dalam kitab Kejadian, melainkan membaharui dan membuat setiap orang tetap layak menjadi putera-puteri Bapa di surga. Karya penebusan Kristus membuat setiap orang tidak dalam keadaan telanjang (Kej 3: 11) untuk berjumpa dengan Tuhan Allah.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu ketika harus menghadapi aneka tantangan hidup. Agar kami mampu menyerahkan semuanya ke dalam bimbingan RohMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012