Hari Raya Natal Misa Fajar, 25 Desember 2016

Yes 62: 11-12  +  Tit 3: 4-7  +  Luk 2: 15-20

 

 

 

Lectio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

 

Meditatio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: 'marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'. Tuhan telah menyapa dan memanggil, layaklah kalau kita menjawabNya. Itulah yang dilakukan oleh para gembala. Tuhan Allah telah berbuat baik, layaklah kalau kita menanggapiNya dengan penuh sukacita. Dia yang memanggil, kitalah yang harus berani menjawabNya. Sebuah kebodohan memang jikalau Tuhan memanggil dan kita berdiam diri. Adakah Tuhan akan menyengsarakan kita orang-orang yang dikasihiNya? Apakah para gembala pada saat itu sadar, bahwa 'merekalah yang menjadi upah jerih payah-Nya dan kini ada bersama-sama Dia, dan sekarang mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya, sebagai bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN?' (Yes 62: 10-11).  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan Bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Sungguh benar apa yang disampaikan para malaikat kepada para gembala. Apakah memang demikian dalam perantaraan yang tidak mau mengenal satu dengan lainnya? Mereka tidak melihat orang lain. Mereka hanya melihat keluarga kudus.

Ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu; dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Keluarga kudus mendapatkan peneguhan dan begitu luar biasa. Maria dan Yusuf semakin yakin siapakah anak yang baru dilahirkan itu. Dia adalah Juruselamat, yang dirindukan oleh seluruh umat manusia. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maria bangga dan penuh sukacita, walau kiranya tetap sulit dimengerti semuanya itu. Maria memang tidak bertanya-tanya seperti banyak orang ketika Yohanes Pembaptis lahir: menjadikan apakah anak ini nanti, sebab Tuhan menyertai dia. Maria sudah tahu tugas perutusan yang diemban oleh anknya yang sulung ini.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Mereka sekarang menyanyikan Mazmur: 'hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan sebab Dia sudah datang' (Mzm 97).

Dan bagaimana dengan kita? Hendaknya kita semakin percaya dan yakin, bahwa 'waktu itu Dia menyelamatkan kita', yang dimulai dengan kelahiranNya itu, 'kita dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, dan berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita' (Tit 3: 5-7).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu dalam kesederhanaan kiranya membuat kami untuk belajar dan belajar meneladani Engkau dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan Bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening