Hari Raya Natal, Misa Siang, 25 Desember 2016

Yes 52: 7-10  +  Ibr 1: 1-6  +  Yoh 1: 1-5.9-14

 

 

 

Lectio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

 

 

Meditatio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman itu Allah, karena memang Firman itu bagian dari Allah. Kehadiran Allah dinyatakan dan ditampakkan dalam Firman.   Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Tuhan Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu hanya diciptakan oleh Tuhan Allah. Dalam Dia ada hidup, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan, dan hanya dalam Dia ada kehidupan. Di hadapanNya semua hidup. Hidup itu adalah terang manusia. Kehidupan itulah inti manusia. Manusia yang sesungguhnya adalah manusia yang hidup. Manusia hidup karena sang Kehidupan itu sendiri. Manusia hidup hanya karena kasih Allah.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Terang itu berkuasa atas kegelapan. Terang yang indah dan mulia itu tidak lain adalah Allah sendiri.  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dia telah turun ke dunia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dialah Yesus Anak Manusia, dan hanya kepadaNya Tuhan Allah, Bapa di surga berkenan. 'Ia adalah Terang kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan' (Ibr 1: 3). Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Dunia sempat melawan diriNya, karena memang mereka tercipta tidak sesuai dengan gambarNya. Malahan orang-orang yang tercipta sesuai dengan gambarNya, dan kini telah menjadi dunia sempat melawan diriNya. Itulah yang dimaksudkan, bahwa Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Manusia begitu berani melawan sang Pencipta dan sang Empunya kehidupan. Mungkin mereka yang tidak mempunyai akal budi dan kehendak bebas tidak akan malu melawan Allah, tetapi kita ini manusia orang-orang yang dikasihiNya melawan dan menentang Dia. Inilah kita manusia.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.  Inilah karunia yang amat indah dalam hidup manusia, yakni menjadi anak-anak Allah; orang-orang yang milik Allah, dan menjadi sama serupa dengan Allah. Mereka itu adalah orang-orang  yang percaya dalam nama-Nya.  Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Mengapa seperti itu? Semuanya terjadi karena mereka diundang dan mereka menggapai dan ambil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus yang telah menjadi manusia. Dia sang Terang telah menjadi tebusan bagi seluruh umatNya.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Dialah Yesus Kristus, yang lahir melalui Maria, sang ibu yang dengan penuh kasih memberi tempat istimewa dalam hatinya. Dia sendiri datang, berbicara dan menyampaikan kehendakNya. Dia berbicara langsung dengan umatNya. 'Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta' (Ibr 1: 1-2). Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,  'maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang berasal dari Allah kita'  (Yes 52: 10). Semua terjadi karena kehadiran sang Firman itu sendiri. Dalam Dialah Allah benar-benar menyatakan kasihNya; dan setiap orang yang menikmatiNya beroleh kebahagiaan dan sukacita, dan menikmati kemuliaanNya. Layaklah kalau bersama pemazmur kita berseru: hendaklah langit bersukacita,dan bumi bersorak-sorai; di hadapan wajah Tuhan, karna Dia sudah datang  (Mzm. 97).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu, Engkau mengangkat kami menjadi anak-anakMu. Kiranya kami semakin berani dalam mengikut Engkau dengan membagikannya bagi sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening