Jumat dalam Masa Adven I, 2 Desember 2016

Yes 29: 17-24  +  Mzm 27  +  Mat 9: 27-31

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."  Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."  Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu, ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: 'kasihanilah kami, hai Anak Daud'. Siapakah kedua orang buta itu? Apakah mereka satu teman dengan Bartimeus? Teriakan yang dilontarkan kepada Yesus tidak berbeda dengan teriakan Bartimeus. Minimal mereka berdua percaya kepada Yesus, sebagai Anak Daud yang penuh kuasa.  Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya. Tanpa adanya jawaban apa-apa sepertinya bagi mereka ketika mereka meminta dan meminta. Apakah banyak orang menyuruh mereka berdua diam, sehingga Yesus tidak mendengarnya lagi? Yesus berkata kepada mereka: 'percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?'. Sebuah pertanyaan yang memurnikan permintaan kedua orang itu. Mereka menjawab: 'Ya Tuhan, kami percaya'.  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: 'jadilah kepadamu menurut imanmu'. Iman kedua orang buta itu amat menentukan. Aneka karunia dan keselamatan memang adalah pemberian Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, tetapi tak dapat disangkal iman akan Allah sepertinya mempermudah aneka karunia itu jatuh sebelum waktunya. Maka meleklah mata mereka. Segala yang indah dinikmatinya juga oleh kedua orang itu.

Apakah kabar sukacita yang disampaikan nabi Yesaya sekarang ini baru terpenuhi? 'Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan?  Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!' (Yes 29). Apa yang dilakukan Yesus benar-benar membuktikan bahwa kehadiranNya adalah kehadiran Kerajaan Allah. Seruan yang terjadi dengan indahnya.

Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: 'jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini'. Mengapa? Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu. Apakah tindakan mereka ini melawan dan melanggar kehendak Allah? Apakah tindakan mereka ini termasuk dalam penyataan Yesus bahwasannya banyak orang memuji-muji dan menyerukan nama Tuhan-Tuhan, tetapi tidak melakukan kehendak Tuhan Allah? Apakah kedua orang buta itu termasuk orang-orang yang mendapatkan karunia tetapi juga mendapatkan keselamatan daripadaNya, dan tidak masuk dalam Kerajaan Surga? Bukankah memang pelbagai karuniaNya dilimpahkan kepada setiap orang tanpa memandang muka?

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kerendahan hati untuk berani datang dan memohon belaskasihMu yang membawa keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio

 'Jadilah kepadamu menurut imanmu'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening