Kamis dalam Masa Adven I, 1 Desember 2016

Yes 26: 1-6  +  Mzm 118  +  Mat 7: 21-27

 

 

 

Lectio

Pada waktu bersabdalah Yesus: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu bersabdalah Yesus: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'. Penegasan Yesus ini benar-benar mengingatkan kita semua, bahwasannya bukannya orang yang banyak berdoa dan memuji-muji Tuhan yang dapat masuk dan menikmati Kerajaan Surga, melainkan mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya. Namun mengapa Yesus menghendaki semua itu? Bukankah kita diajak untuk setia berdoa? Bukankah kita diajak melantunkan pujian sebagaimana dicontohkan oleh para pemazmur? Bukankah memuji Tuhan itu mempunyai makna dua kali berdoa? Kita memang perlu berdoa dan berdoa, memuji dan memujiNya, tetapi janganlah kita hanya meminta dan meminta, kalau pun kita memujiNya kita mempunyai harapan untuk mendapatkan. Berdoa yang benar itu adalah adanya keberanian bukan saja meminta dan meminta, memuji dan memuliakan Dia, melainkan juga berani mendengarkan Dia yang bersabda dan menyapa kita.

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'. Mendengarkan sabda Tuhan memberikan benteng perlindungan bagi orang-orang yang setia menikmatiNya. Mendengarkan sabda Tuhan memberikan kenyamanan bagi setiap orang untuk bersikap dan melangkahkan kaki ke masa depan yang lebih baik. Aneka tantangan dan rintangan dapat dialaminya dengan seksama. Yesaya dalam kitabnya menegaskan: 'percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal' (Yes 26: 4). Yesaya berkata demikian, karena orang-orang yang percaya kepada Tuhan akan setia mendengarkan sabda dan kehendakNya, tidaklah demikian mereka yang tidak percaya kepadaNya. Malah dengan mendengarkan sabdaNya orang semakin percaya kepadaNya dan beroleh belaskasih daripadaNya. Bukankah Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma kemarin juga menegaskan bahwa iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan sabdaNya?

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, sebab sabdaMu membawa kami pada keselamatan, dan kiranya kami semakin bertekun di dalamnya.

Beato Dionisius dan Redemptus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening