Kamis dalam Pekan Khusus Adven, 22 Desember 2016

1Sam 1: 24-28  +  Mzm   +  Luk 1: 46-56

 

 

 

Lectio

Kata Maria menanggapi pujian sukacita Elizabeth: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."  

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 

Meditatio

Kata Maria menanggapi pujian sukacita Elizabeth: 'jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya'. Maria terpanggil untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas segala yang baik dan indah yang dirasakannya. Semuanya terjadi, bukan karena dirinya, melainkan hanya karena Allah yang telah menyatakan kasihNya kepada dirinya. Maria sadar akan keterbatasan dan kelemahan dirinya. Dia masih sempat bertanya dan bertanya juga tentang kabar gembira yang diterimanya. Dia bertanya karena memang ketidakmampuan dirinya memahami apa yang akan terjadi pada dirinya, walau tak dapat disangkal memang Maria sadar, bahwa dirinya akan dipergunakan Allah untuk menyampaikan maksud dan kehendakNya. Karena itu secara sengaja Maria berkata:  'sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus'. Hanya orang-orang yang mengakui kemahakuasaan Allah saja yang juga akan menyebut dan mengakui keberadaan dirinya. Sebab bukankah bagaimana semuanya itu terjadi pada diri seorang perempuan yang masih miskin dalam pengalaman hidup.

'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'. Inilah kepercayaan seorang Maria, bahwa segala yang indah dan baik yang dinikmatinya itu juga akan terjadi bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Allah akan melimpahkan berkatNya secara istimewa kepada orang-orang yang takut akan Dia. Bahkan, 'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya'. Mereka orang-orang yang congkak hatinya sepertinya akan dijungkir balikkan Tuhan, karena mereka menyombongkan diri dan meremehkan sesamanya. Tuhan membela orang-orang yang lemah dan tak berdaya. 'Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah'. Orang-orang yang tenggelam dalam kuasa akan dihempaskan dari kedudukan yang dimiliki. 'Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa'. Allah akan merombak total mereka yang merasakan kenyamanan lahiriah, dan memberi kesempatan mereka yang mengharapkan belaskasih ilahi. 'Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'. Israel kiranya tetap mendapatkan perhatian utama, karena mereka adalah bangsa terpilih dan umat milikNya yang kudus. Alasan inilah yang kiranya dipakai oleh Yesus ketika mengutus para muridNya agar mencari domba-domba Israel yang hilang.  

Semuanya ini menjadi ucapan syukur dan pujian Maria kepada Tuhan Allah yang Mahakasih. Kasih Allah terbuka bagi seluruh umatNya, terlebih-lebih bagi mereka yang takut akan Dia, yakni mereka kaum miskin dan tak berdaya yang memang mengharapkan pertolongan daripadaNya. Tidaklah demikian bagi mereka orang-orang yang tidak lagi memerlukan pertolonganNya, dan malah mengabaikan Dia sang Empunya kehidupan. Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberi dan memberi kepada umatNya juga pernah dilambungkan oleh Hana, ibu Samuel. Ia merasa bersyukur kepada Tuhan, karena memang anak yang dilahirkannya adalah semata-mata pemberian dari Tuhan, berkat doanya siang malam. 'TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.  Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN' (Yoh 1: 26-28). Semuanya dilambungkan Hana karena kasih karunia yang telah diterimanya. Barangsiapa menerima layaklah kalau

dia bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmat yang Kau limpahkan dalam hidup kami, kiranya kami semakin berani meneladani kerendahan hati Maria dan Hana untuk taat kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening