Malam Natal, 24 Desember 2016

Yes 9: 1-6  +  Tit 2: 11-14  +  Luk 2: 1-14

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Jaman inilah ada pendaftaran pertama kalinya di dunia jajahan Roma tentunya.  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Repot juga tentunya mereka yang berada jauh di perantauan. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud, supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Sampai saat itu Yusuf dan Maria masih bertunangan. Mereka belum menikah. Kapan mereka menikah secara resmi? Tak ada yang mencatat sepertinya. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Hidup miskin dan sederhana sudah Yesus alami semenjak bayi. Padahal bukankah Dia adalah Tuhan Allah sang Empunya kehidupan? Dia kaya mau menjadi miskin. Inilah misteri inkarnasi: Tuhan Allah menjadi Manusia. Yang kaya mau menjadi orang miskin. Yang berkuasa mau menjadi orang yang taat. Yang pandai mau tetap belajar dan berbagi. Yang sehat mau tetap jaga diri. Yang besar dan kuat mau melindungi yang lemah. Yang baik dan suci mau toleran kepada sesamanya. Yang berdosa tidak bercokol dan tenggelam dalam lumpur dosa, sebaliknya secara sukarela berani 'meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, dan semakin rajin berbuat baik' (Tit 2: 12.14)

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Mengapa para gembala menjadi pilihan para malaikat? Mengapa mereka tidak memilih kaum Farisi, Saduki dan para ahli Taurat? Sungguh benar memang bahwa 'semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil' (Mat 11: 25). Tuhan Allah selalu berpihak kepada mereka yang lemah dan kecil. Tuhan menaruh perhatian kepada orang-orang yang tak berdaya, kaum awam. Penampakkan Tuhan selalu mengagetkan, bahkan menakutkan. Bukankah mereka memang merasa orang-orang yang lemah dan tidak suci? Bukankah penampakkan ilahi seringkali hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang merasa suci dan benar?

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 'jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'. Kesukaan dan kerinduan seluruh bangsa, seluruh umat manusia adalah keselamatan. Sungguh aneh dan membingungkan, kalau ada seorang manusia yang tidak menghendaki keselamatan. Keselamatan yang dirindukan oleh seluruh umat manusia itu sekarang dinyatakan oleh Allah dalam diri Kristus Tuhan. Dialah Juru selamat. Dia Yang menyelamatkan itu hadir di tengah-tengah umatNya. Semuanya diberitakan secara istimewa kepada para gembala. Para malaikat datang bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membawa kabar sukacita. Allah hadir di tengah-tengah umatNya. Dia tidak dijadikan, melainkan dilahirkan. Dialah 'Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini' (Yes 9: 5-6). Semua dilakukan oleh Allah hanya karena cinta. Untuk memastikan kecenderungan insani umatNya, Allah menegaskan: 'inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'. Kalau kehadiran para malaikat tampak kemuliaan ilahi, tidakkah demikian dengan kehadiran Tuhan Allah.  Yang agung dan mulia benar-benar hanya ditampakkan dalam diri seorang Bayi yang dibungkus dalam kain lampin dan dibaringkan dalam palungan.  

Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 'kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya'. Suatu pujian yang dilambungkan oleh para malaikat. Pujian dan sembah bakti hanya layak diberikan kepada Tuhan Allah yang bertahkta di singgasana. Mengapa? Karena Dialah sang Empunya kehidupan. Dialah sang Pencipta. Damai sejahtera yang berkepanjangan bagi orang-orang yang terus-menerus merindukanNya, yang selalu melakukan kehendakNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur hari ini telah lahir bagi kami sang Juru selamat, kiranya kehadiranMu di tengah-tengah kami membawa damai dan sukacita bagi kami semua yang menantikan Engkau. Amin

 

 

Contemplatio

'Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012