Pesta Kanak-kanak Suci, 28 Desember 2016

1Yoh 1: 5-10  +  Mzm 124  +  Mat 2: 13-18

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."  Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.  Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu setelah orang-orang majus itu berangkat pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: 'bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia'.  Mengapa malaikat tidak mengatakan anakmu dan isterimu? Apakah karena sejak semula Maria dikatakan hanya sebagai tunangannya? Mengapa mereka mengungsi harus ke Mesir? Tidak adakah daerah lain? Berapa lama mereka akan tinggal di Mesir? Mesir kiranya mempunyai makna yang luhur dalam sejarah penyelamatan. Bukankah orang-orang Israel terselamatkan dari kepungan kelaparan setelah mereka tinggal di Mesir? Demikian juga Anak Keselamatan itu  bebas dari kepungan kejahatan untuk mati binasa, karena sang ayah mau mengamini sabda Tuhan untuk bangun dan pergi ke Mesir. Yesus datang ke dunia bukan sebagai orang yang diagung-agungkan, karena Dia Tuhan, sebaliknya Dia sebagai Orang Miskin, dan bahkan harus disingkirkan. Dia harus dibunuh. Herodes hendak membunuhNya. Mengapa berani-beraninya seorang raja hendak membunuh Raja para raja?   

Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 'dari Mesir Kupanggil Anak-Ku'. Peristiwa yang hendak terjadi ini, ternyata bukanlah peristiwa mendadak. Tuhan Allah tidak membekukan segala keinginan yang dimiliki umatNya. Allah amat menghormati kehendak bebas dari orang-orang yang dikasihiNya. Allah menyelamatkan, tetapi Allah tidak mau memaksakan kehendakNya kepada orang-orang yang dikasihiNya. Mesir memang menjadi tempat penyimpanan dan penampungan orang-orang yang dikasihiNya

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Betulkah orang-orang Majus memperdaya Herodes?  Bukankah mereka hanya mengikuti kemauan para malaikatNya yang kudus? Herodesa bisa saja merasa diperdaya memang, karena Herodes tidak mendengarkan kemauan Tuhan. Herodes hanya mau memuaskan kecenderungan diri yang emosional terhadap 'Dia, Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, yang mana orang-orang Majus datang untuk menyembah Dia'. Sebab bagaimana orang-orang dari Timur itu hendak menyembah Dia, bukankah dirinya yang berkuasa atas orang-orang Yahudi sekarang ini? Sepertinya Yesus sudah dimasukan dalam lingkaran politik. Herodes mencampurdukan iman kepercayaan orang-orang masuk ke dalam lingkaran politik.  Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.  Kekuasaan membuat seseorang bertindak semena-mena. Yang kuasa seharusnya menjadi orang-orang yang taat kepada aturan hidup bersama. Itulah yang dicontohkan Yesus dengan misteri inkarnasiNya. Sebab Dia yang Mahakuasa, sang Empunya kehidupan ini mau merundukkan diri dan taat pada aliran waktu dan tempat di mana Di tinggal. Yesus amat mentaati aturan hidup bersama.  

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 'terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi'. Semuanya sepertinya terjadi juga memenuhi nubuat para nabi tentang Anak manusia, tentang Firman yang turun menjadi Manusia, tentang 'Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya' (Yoh 1: 10). Tangisan terjadi di sana-sini, karena orang-orang yang tidak mau tahu dengan sesamanya itu membunuh anak-anak yang tak bersalah. Mereka mati demi Kristus. Maka benarlah juga apa yang kita renungkan kemarin 'karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat' (Mat 2). Ternyata anak-anak suci telah mendahului santo Stefanus dalam memberikan hiudpnya demi Kristus Tuhan. Mungkin mereka terpaksa, atau minimal mereka tidak tahu-menahu akan apa yang hendak terjadi pada diri mereka, dan bukannya seperti Stefanus, tetapi tak dapat disangkal mereka harus memanggul salib setiap orang yang mengikutiNya, sebagaimana dikehendaki Yesus sendiri barangsiapa mau mengikuti diriNya harus memanggul salib dan menyangkal diri. Mereka tidak mencari kesenangan diri, melainkan hidup yang harus dipertangungjawabkan itu mereka berikan kepada sang Empunya kehidupan. Namun bukankah mereka, anak-anak kecil itu tidak berdosa? Siapa bilang? Tak ada yang luput dari dosa. Namun mereka yakin, kalau pun mereka telah merasa berbuat dosa, bukankah kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia? (1Yoh 2: 1-2).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, anak-anak kecil yang tak tahu kesalahan diri harus seringkali menanggung beban kematian. Mereka malahan sebagai orang-orang pemberani yang berkurban dan dikurbankan bagi sesamanya. Engkau menerima persembahan hidup anak-anak kecil yang tak berdaya ini. Sudilah Engkau juga menerima persembahan diri kami yang jauh dari sempurna ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 'dari Mesir Kupanggil Anak-Ku'.  

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening