Pesta Keluarga Kudus, 30 Desember 2016

Sir 3: 2-14  +  Kol 3: 12-21  +  Mat 2: 13-15.19-23

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."  Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." Lalu Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.  Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu setelah orang-orang majus itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: 'bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia'.  Mengapa malaikat tidak mengatakan anakmu dan isterimu? Apakah karena sejak semula Maria dikatakan hanya sebagai tunangannya? Sepertinya Matius hendak menegaskan keperawanan Maria sebagai seorang ibu, dan bebasnya Yesus yang lahir ke dunia itu dari keinginan seorang laki-laki. Yesus dikandung Maria hanya semata-mata oleh kuasa Roh Kudus. 'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Dia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel,  yang berarti Allah menyertai kita' (Mat 1:21). Mengapa mereka mengungsi harus ke Mesir? Tidak adakah daerah lain? Berapa lama mereka akan tinggal di Mesir? Mesir kiranya mempunyai makna yang luhur dalam sejarah penyelamatan. Bukankah orang-orang Israel terselamatkan dari kepungan kelaparan setelah mereka tinggal di Mesir? Demikian juga Anak Keselamatan itu  bebas dari kepungan kejahatan untuk mati binasa, karena sang ayah mau mengamini sabda Tuhan dengan bangun dan pergi ke Mesir. Yesus datang ke dunia bukan sebagai orang yang diagung-agungkan, karena Dia Tuhan, sebaliknya Dia sebagai Orang Miskin, dan bahkan harus disingkirkan. Dia harus dibunuh. Herodes hendak membunuhNya. Mengapa dia begitu beraninya hendak membunuh Raja para raja?   

'Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati'. Perintah yang sama nanti juga dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir setelah Herodes mati. Mesir hanya menjadi tempat persinggahan umat terpilih, bahkan bagi AnakNya sendiri dari kecenderungan manusia yang ingin mencari kepuasan diri. Umat yang dikasihiNya, dan juga AnakNya yang hanya kepadaNya Bapa berkenan, tidak diijinkan mengalami kebinasaan. Allah Bapa sendiri yang menyelamatkan mereka.

Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Demikian juga sebaliknya Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. Tindakan yang sama juga dilakukan oleh Yusuf, yang semuanya itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 'dari Mesir Kupanggil Anak-Ku'. Kedua peristiwa ini terjadi, ternyata bukanlah peristiwa mendadak. Tuhan Allah tidak membekukan segala keinginan yang dimiliki umatNya. Allah amat menghormati kehendak bebas dari orang-orang yang dikasihiNya. Allah menyelamatkan, tetapi Allah tidak mau memaksakan kehendakNya kepada orang-orang yang dikasihiNya. Mesir memang menjadi tempat penyimpanan dan penampungan orang-orang yang dikasihiNya.

Waktu Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Pengalaman rohani yang dinikmatinya memang tidak membebaskan Yusuf dari segala bentuk kekuatiran hidup. Inilah hidup yang real. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.  Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Galilea akan menjadi kota ternama juga dalam sejarah Israel. Yesus mengawali karyaNya di Galilea dan akan mengakhiri juga di Galilea, yakni ketika sebelum Dia terangkat ke surga mulia (Mat 28: 16). Yusuf, Maria dan Yesus tinggal di Nazaret. Mereka sepertinya terlupakan sebagai keluarga Betlehem, karena keturunan Daud.  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret, Orang Galilea  (Mat 26: 69).

Yesus tinggal di Nazaret sebagai anggota keluarga. Dia makan dan minum. Dia bekerja dan bermain tentunya. Yusuf dan Maria pun dengan penuh tanggungjawab tentunya mendidik dan membesarkan Anak yang dipercayakan kepada mereka. 'Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya' (Kol 3: 18-21) tentunya dihayati secara penuh oleh keluarga Nazaret. Keluarga Nazaret malah menjadi patrun dalam hidup keluarga, karena mereka memberi tempat yang nyaman bagi Kristus Tuhan dalam keluarga.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau selalu menyertai dan memelihara mereka yang taat dan setia kepadaMu. Kiranya kamipun mampu berserah kepadaMu dalam situasi sesulit apapun.

Santo Yusuf, doakanlah kami. Santa Maria, teguhkanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening