Pesta Santo Yohanes Rasul, 27 Desember 2016

1Yoh 1: 1-4  +  Mzm 97  +  Yoh 20: 2-8

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Simon Petrus dan Yohanes atau yang disebut murid lain yang dikasihi itu akhirnya pergi ke kubur. Kabar dari dan tentang Tuhan kiranya harus segera ditanggapi, sebagaimana para gembala yang serentak mengamini sabda para malaikat. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus, sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Petrus tertinggal, karena memang dia sudah berusia dibanding Yohanes. Usia amat mempengaruhi fisik seseorang. Janganlah kita memaksa fisik, tubuh kehadiranNya itu sesuai denga kemauan dan kepuasan diri. Yohanes menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Yohanes tidak masuk ke dalam, karena dia amat menghormati Petrus sebagai seseorang yang sudah  berusia, dan ditunjuk sebagai ketua, serta mendapat tugas Yesus untuk mendirikan GerejaNya yang kudus.  Yohanes mampu menempatkan diri dalam hidup bersama, walau dia mungkin mempunyai pengalaman rohani yang lebih hebat daripada Petrus. Pengalaman rohani Yohanes benar-benar terjabarkan dalam kebersamaan hidup.

Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Semuaya tertata dengan rapinya, dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa 'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya'. Maria Magdalena berkata-kata seperti itu, karena dia hanya bermain emosi dan menjauhan akal budi yang dianugerahkan Tuhan kepada umatNya. Adakah tindakan kekerasan menyisahkan segala sesuatu dengan rapi dan indanya. Tindak kekerasan selalu menghancurkan. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu, dan ia melihatnya dan percaya. Melihat yang baik dan indah memang menghantar setiap orang untuk berani mengakui siapakah pemberi segala keindahan itu. Namun tak dapat disangkal juga, iman kepercayaan Yohanes terhadap sang Guru memang patut dibanggakan. Kiranya teguran Yesus kepada dua bersaudara anak-anak Zebedeus menantang Yohanes unut semain percaya dan berserah diri kepada sang Guru tanpa pamrih.

Segala yang dialami Yohanes inilah yang akhirnya menjadi bekal bagi dirinya untuk mewartakan sabda dan kehendak Tuhan. 'Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu' (1Yoh 1: 1). Yohanes berkata-kata demikan karena memang dia selalu berada bersama Yeus. Keseharian Yohanes selalu ada bersama sang Guru. Kiranya Natal mengingtkan kita juga bahwa Dia Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita umatNya. Dia tidak hanya bisa memandang kita dari takhtaNyayang kudus, melainkan Dia datang, Dia lahir dan bukan dijadikan, sehakekat dengan Allah, dan tinggal di tengah-tengah kita.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau menganugerahi kami segala yang indah dan baik, bahkan kami dapat merasakan kahdiranMu yang menyelamatkan itu. Buatlah kami, ya Yesus, untuk selalu berani berbgai dengan sesame, sebagaimana diteladankan Yohanes, rasulMu.

 

 

 

Contemplatio

Pada waktu itu Simon Petrus dan murid lain yang dikasihi itu akhirnya pergi ke kubur.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012