Rabu dalam Pekan Khusus Adven, 21 Desember 2016

Kid 2: 8-14  +  Mzm 33  +  Luk 1: 39-45

 

 

 

Lectio

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,  lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

 

Meditatio

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Berapa lama tenggang waktu antara penerimaan kabar gembira dan kepergian Maria ke kota di Yehuda ini? Maria sudah tahu maksud tujuannya mengunjungi Elizabeth, apakah dia sudah berbicara terlebih dahulu dengan Yusuf, calon suaminya? Terlebih-lebih keadaan dirinya yang sudah berbadan dua itu? Apakah dia sendirian, dalam arti hanya ditemani seorang penarik keledai atau kuda? Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Apakah Maria sempat menemui Zakharia terlebih dahulu? Kemungkinan besar mereka berjumpa, tetapi perhatian Lukas lebih kepada perjumpaan kedua perempuan terberkati ini. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Betapa bahagianya Elizabeth menerima kunjungan perempuan muda ini. Lonjakan anak yang ada dalam rahimnya adalah wujud sukacita Elizabeth yang menyeluruh. Hatinya penuh sukacita, sehingga anak dalam rahimnyapun ikut melonjak kegirangan. Apa maksud Elizabeth pun penuh dengan Roh Kudus? Apakah sebelumnya dia tidak merasakan kehadiran RohNya yang kudus? Perjumpaan yang sungguh-sungguh penuh sukacita.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu', suara nyaring yang terlontar dari seorang Eizabeth. Elizabeth tahu siapakah Maria. Maria adalah seseorang yang sungguh-sungguh terberkati, melebihi semua perempuan yang ada. Elizabeth yang merasakan mendapatkan berkat dan kasih Allah masih mampu merasakan bahwa Maria menerima berkat yang lebih besar dan mulia. Karena apa? Karena Dia sang Empunya kehidupan yang ada dalam Rahim Maria. Elizabeth benar-benar merasakan keagungan dan keluhuran perempuan muda yang satu ini.  Maka dengan penuh semangat dia melanjutkan: 'siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabeth mengungkapkan sukacita dirinya, bukan dengan aku bergembira dan bersukacita, melainkan membahasakannya dalam sukacita anak yang ada dalam rahimnya. Elizabeth kemungkinan juga tahu, bahwa kunjungan Maria semata-mata bukanlah karena dirinya perempuan Elizabeth, melainkan karena anak yang dikandungnya itu. Anak yang ada dalam kandungan Marialah yang membuka sukacita dan kegembiraan hidup, dan barulah kemudian anak yang dalam rahim Elizabeth membuka jalan pertobatan. Kiranya dapat kita mengerti kalau Lukas membahasakan Elizabeth pun penuh Roh Kudus, karena memang anak dalam rahim Maria yang terlebih dahulu membawa sukacita bagi dunia, dan mengundang banyak orang untuk ambil bagian dalam sukacita itu. Maria adalah orang pertama yang ambil bagian dalam sukacita ini.

'Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.  Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi. Kekasihku mulai berbicara kepadaku: bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!  Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!' (Kid 2: 8-14). Sukacita inilah yang kiranya dialami oleh Elizabeth. Sukacita yang tak terkatakan, bagaimana harus menjelaskan. Sukacita penuh sempurna terjadi karena kehadiran Allah dalam hidup seorang manusia. Elizabeth adalah orang kemudian yang menerima kunjungan dari Allah. Maria bukan saja menerima kunjungan Allah, malah dia membiarkan Allah lahir dan tinggal dalam dirinya.

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Sebuah pujian yang memang dikenakan pada Maria, tetapi sepertinya bukan hanya Maria yang percaya bahwa semua yang disabdakanNya itu selalu terjadi. Banyak orang telah percaya bahwa segala yang dikatakan Tuhah Allah itu selalu terjadi dengan indahnya, Tuhana Alah tidak pernah mengumbar janji pada umatNya, pada orang-orang yang dikasihiNya. Segala yang dinubuatkan, segala yang disabdakanNya pasti terjadi, sebab memang tdiak ada yang mustahil bagi Tuhan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu selalu membawa sukacita bagi setiap orang. Kiranya dalam masa adven ini kehadiran kamipun membawa sukacita, khususnya keluarga dan orang-orang di dekat sekitar kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening