Sabtu dalam Pekan Khusus Adven, 24 Desember 2016

2Sam 7: 1-5  +  Mzm 89  +  Luk 1: 67-79

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 'terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya'. Darimana dia mampu berkata-kata seperti itu? Darimana dia tahu bahwa Allah akan datang ke tengah-tengah dunia guna mengunjungi umatNya? Darimana dia tahu bahwa Yesus Putera Allah yang hidup akan datang ke tengah-tengah umatNya? Darimana dia tahu bahwa Yesus akan membebaskan umatNya dari kuasa dosa? Darimana dia tahu bahwa  'Maria akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka' itu benar-benar akan terjadi?  'Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus'. Tanduk keselamatan itu adalah Kristus Yesus; dan Allah telah lama merencanakannya, dan bukannya mendadak ataupun asal-asalan, karena permainan bangsa yang dipilihNya sendiri. Tanduk itu datang 'untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita'. Mereka itu adalah kuasa kegelapan. 'Dan dari tangan semua orang yang membenci kita'. Mereka adalah orang-orang yang tak mengenal Allah. Yang semuanya dilakukan, yakni kehadiran Yesus Kristus, hanya untuk keselamatan seluruh umat manusia, sebagaimana telah dinubuatkan semenjak semula. Dia datang  'untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita'. Hanya orang-orang yang bebas dari kuasa kegelapan memang yang dapat memuji dan memuliakan Tuhan. Mengapa? Karena mereka mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya, dan hanya Tuhanlah yang layak dan patut dipuji dan disembah, dan bukannya yang lain.

'Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi', tegas Zakharia setelah berbicara tentang Tanduk keselamatan yang tumbuh dalam keturunan Abraham. Zakharia tahu bahwa anaknya hanya seorang nabi, dan bukan Dia yang dinanti-nantikan. Zakharia juga tahu bahwa anaknya itu 'akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka'. Yohanes benar-benar akan datang dan mempersiapkan jalan bagi Dia yang akan datang. Yohanes mengajak semua orang untuk bertobat dan bertobat guna menyambut kedatanganNya.

'Oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita'. Hanya karena kasihNya, Allah mengutus AnakNya. 'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal' (Yoh 3: 16). Dia akan datang, bagaikan 'Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera'. Dia adalah Penyelamat dan Keselamatan itu sendiri.

Kedatangan Tanduk Isai juga mengingatkan apa yang disabdakan Tuhan Allah sendiri, bahwasannya 'Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya' (2Sam 7: 12-16). Penegasan ini hendak menyatakan bahwa Tuhanlah yang akan mampu menjaga kelanggengan kerajaan Israel, dan bukannya Daud. Kiranya Allah berkata demikian, karena Allah tahu siapakah Daud, orang yang dikasihiNya ini. Namun tidaklah demikian dengan AnakNya sendiri, yang diutusNya, Dia akan benar-benar menghantar umatNya kepada damai sejahtera untuk selama-lamanya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang membebaskan dan menyelamatkan kami.  Kiranya kami sungguh-sungguh mempersiapkan diri, dan membuka pintu hati menerima kedatanganMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening