Sabtu, hari Ketujuh dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2016


1Yoh 2: 18-21  +  Mzm 96  +  Yoh 1: 1-18

 

 

 

Lectio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.   Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.  Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman itu Allah, karena memang Firman itu bagian dari Allah. Kehadiran Allah dinyatakan dan ditampakkan dalam Firman.   Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Tuhan Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu hanya diciptakan oleh Tuhan Allah. Dalam Dia ada hidup, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan, dan hanya dalam Dia ada kehidupan. Di hadapanNya semua hidup. Hidup itu adalah terang manusia. Kehidupan itulah inti manusia. Manusia yang sesungguhnya adalah manusia yang hidup. Manusia hidup karena sang Kehidupan itu sendiri. Manusia hidup hanya karena kasih Allah.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Terang itu berkuasa atas kegelapan. Terang yang indah dan mulia itu tidak lain adalah Allah sendiri.  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dia telah turun ke dunia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dialah Yesus Anak Manusia, dan hanya kepadaNya Tuhan Allah, Bapa di surga berkenan. 'Ia adalah Terang kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan' (Ibr 1: 3). Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Dunia sempat melawan diriNya, karena memang mereka tercipta tidak sesuai dengan gambarNya. Malahan orang-orang yang tercipta sesuai dengan gambarNya, dan kini telah menjadi dunia sempat melawan diriNya. Itulah yang dimaksudkan, bahwa Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Manusia begitu berani melawan sang Pencipta dan sang Empunya kehidupan. Mungkin mereka yang tidak mempunyai akal budi dan kehendak bebas tidak akan malu melawan Allah, tetapi kita ini adalah orang-orang yang dikasihiNya, melawan dan menentang Dia. Inilah kita manusia.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.  Inilah karunia yang amat indah dalam hidup manusia, yakni menjadi anak-anak Allah; orang-orang yang milik Allah, dan menjadi sama serupa dengan Allah. Mereka itu adalah orang-orang  yang percaya dalam nama-Nya.  Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Mengapa seperti itu? Semuanya terjadi karena mereka diundang dan mereka menggapai dan ambil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus yang telah menjadi manusia. Dia sang Terang telah menjadi tebusan bagi seluruh umatNya.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Dialah Yesus Kristus, yang lahir melalui Maria, sang ibu yang dengan penuh kasih memberi tempat istimewa dalam hatinya. Dia sendiri datang, berbicara dan menyampaikan kehendakNya. Dia berbicara langsung dengan umatNya. 'Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta' (Ibr 1: 1-2). Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,  'maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang berasal dari Allah kita'  (Yes 52: 10). Semua terjadi karena kehadiran sang Firman itu sendiri. Dalam Dialah Allah benar-benar menyatakan kasihNya; dan setiap orang yang menikmatiNya beroleh kebahagiaan dan sukacita, dan menikmati kemuliaanNya.  

'Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu'. Inilah salah satu tugas perutusan Yohanes, yang mana dia memberi kesaksian tentang Siapakah Dia yang akan datang itu. Dengan jujur dan tegas  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: 'inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku'.  Kesaksian Yohanes amatlah penting dalam sejarah keselamatan; bahkan dia adalah Elia baru yang mempersiapkan datangNya al-Masih, Kristus Tuhan. Walau tak dapat disangkal, Yesus tidak memerlukan kesaksian manusia, sebab memang ada kesaksian yang leboh penting tenang sang Firman itu sendiri. Kesaksian itu adalah 'segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku' (Yoh 5: 36), tegas Yesus.

'Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah'.  Semuanya ini mengingatkan kita semua memang, bahwa Allah menghendaki semua orang selamat. Keberanian mendengrkan sabda dan melaksanakannya membuat seseorang hidup dalam kasih Allah dan menikmati kasihNya.  'Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus'. Musa dan hukum Taurat yang disampaikan memang perlu dihargai, dan bahwa hukum Taurat memang menghantar setiap orang kepada kepenuhan keselamatan. Namun kiranya puncak terpenuhinya keselamatan inilah setiap orang harus berani mengakuinya dan menaruh kepercayaan kepadaNya. Sebab sekali lagi keselamatan hanya terjadi dalam firmanNya, karena memang Dialah Allah, dan dalam Dialah segalanya tercipta. Natal mengingatkan kita semua bahwa Dia yang mengejawantah itu terpenuhi secara konkrit dalam Yesus Kristus Anak Manusia.

'Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya', dan tak dapat disangkal hari demi hari semakin banyak orang mengenal Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini, yakni mereka 'yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya' (Mat 11: 27). Kiranya dengan semakin bertambahnya pengenalan kita akan Tuhan Allah, Bapa kehidupan, kita akan dapat menikmati perjalanan  waktu itu dengan indahnya. Tidak ada waktu terakhir (2Yoh 2: 12) bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Allah yang mengatasi ruang dan waktu, sebab Dialah memang Awal dan Akhir.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami sebagai penyelamat kami. Bantulah kami agar semakin mengenal dan memahami Engkau lewat sabda dan kehendakMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening