Selasa dalam Pekan Adven II, 6 Desember 2016


Yes 40: 1-11 + Mzm 96 + Mat 18: 12-14 




Lectio :

Pada suatu hari Yesus bersabda: 'bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 


Meditatio :

Pada suatu hari Yesus bersabda: 'bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilanpuluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Sungguh benar apa yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan ini. Seseorang pasti tidak mau kehilangan seekor domba yang dimilikinya. Namun sebaliknya, sukacita akan semakin semarak ketika ditemukannya kembali domba yang telah hilang. Seekor domba yang diketemukan kembali rasanya lebih mahal dan berharga daripada sembilan puluh sembilan domba yang tidak hilang.  'Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Kalau kita saja yang jahat tahu yang baik dan tak mau kehilangan satupun yang kita miliki, terlebih Bapa di surga yang sungguh-sungguh posesif atas diri kita umatNya. Kembalinya dan ditemukannya kembali orang berdosa kepada Tuhan Allah dan menikmati hidup kasihNya benar-benar membuat surga penuh sukacita, daripada sembilan puluh sembilan orang yang tak mau kembali kepadaNya.

Mengapa Allah selalu mencari dan mencari kita umatNya? Allah itu kasih. Itulah kodratNya. Sebaliknya, tak ada ciptaan yang satu kodrat dengan diriNya. Kalaupun manusia diciptakan sesuai dengan gambarNya (Kej 1), mereka tak mampu menyamai kasihNya yang besar itu. Mereka dan kita manusia itu tak ubahnya 'seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang' (Yes 40). Tuhan Allah tahu siapakah umatNya. Maka Dia menarik dan menarik umatNya untuk selalu berani datang kepadaNya. 'Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati'. Allah melakukan semuanya itu hanya karena kasih, karena memang kodratNya adalah Kasih. Orang-orang yang telah dipanggilNya diajak untuk siap menyambut kedatanganNya kedua yang membawa mahkota keselamatan. 



Oratio :

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang begitu besar kepada kami. Kiranya kami mampu membagikan kasih dan sukacita ini kepada sesama di sekitar kami, agar semakin banyak orang memperoleh keselamatan. Amin 




Contemplatio :

'Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. 







Oremus Inter Nos

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening