Selasa dalam Pekan Adven III, 13 Desember 2016


Zef 3: 1-11  +  Mzm 34  +  Mat 21: 28-32

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus mengajar banyak orang, kataNya: 'apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus mengajar banyak orang, kataNya: 'apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?'. Sebuah perumpamaan yang amat mudah dimengerti tentunya.  Jawab mereka: 'yang terakhir'. Sekali lagi mereka mengerti dengan baik apa yang dimaksudkan Yesus dalam perumpamaan itu. Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya'. Sebuah tamparan yang amat kejam diberikan Yesus kepada mereka. Kebengalan hati dan budi mereka untuk mengenal para utusanNya benar-benar akan menjauhkan mereka dari keselamatan. Ketidakmau tahuan mereka mendengarkan para nabi membuat mereka menjadi orang-orang yang tidak selamat. Mereka adalah orang-orang yang mampu dalam pendidikan dan pengetahuan, bahkan mempunyai kedudukan nyaman dalam masyarakat, tetapi mereka tidak mau tahu terhadap keselamatan yang disampaikan oleh Yohanes. 'Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya'. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya. Kepercayaan kepada Tuhan memang bukanlah soal inderawi, melainkan kepekaan hati untuk merundukkan diri di hadapan Tuhan. Tuhan mampu membuat segala-galanya baik adanya, tanpa seturut kemauan kita umatNya. Kita tidak boleh memaksakan kehendak diri bagaimana Tuhan harus menyapa dan mengasihi kita. Tuhan membukakan tangan kasihNya selebar-lebarnya demi keselamatan umatNya, dan kita tinggal merasakannya.

Apakah Yesus akan membiarkan setiap orang untuk bersikap seperti itu? Sekedar referensi saja, Allah pernah menyampaikan kehendakNya melalui nabi Zefanya dengan berkata: 'pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.  Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,  yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya' (Zef 3). Tuhan sepertinya tetap membiarkan setiap orang pada pilihannya. Keselamatan memang disampaikan dan diwartakan kepada seluruh umat manusia, dan bahkan diriNya menjadi tebusan bagi umatNya. Namun kiranya setiap orang diajak dan diminta untuk setia menikmatinya dengan berani mengamini sabda dan kehendakNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami agar mempunyai kepekaan hati dan mampu merunduk di hadapanMu, agar membuka hati menerima Engkau sebagai Penyelamat kami.

Santa Lucia, doakanlah kami.  Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening