Senin dalam Pekan Adven II, 5 Desember 2016


Yes 35: 1-10 + Mzm 859 + Mat 3: 1-12



Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."


Meditatio

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Entah mengapa mereka datang? Apakah kaum Farisi dan para ahli Turat hendak juga mencari pengalaman baru dalam mewartakan sabda Tuhan? Atau memang hanya ingin mengamat-amati Orang Nazaret Satu ini, bukankah Dia tidak termasuk dalam satu perguruan yang ada?

Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Yesus hendak menjadikan segala sesuatu baik adanya. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Hebat juga kemauan dan usaha mereka sebagai iman kepercayaan mereka kepada Yesus sang Guru. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: 'hai saudara, dosamu sudah diampuni'. Sangat positif tanggapan Yesus terhadap orang-orang yang merindukanNya. Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: 'siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Sebuah komentar kritis mereka. Mereka berkomentar dalam hati seperti itu, karena memang mereka tidak tahu siapakah Yesus , sang Guru. Mereka tahu dan percaya hanya Tuhan Allah yang berhak dan mampu mengampuni segala dosa dan kesalahan umatNya.

Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: 'apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Penegasan Yesus akan tugas perutusan yang diembanNya. Tuhan Allah hanya ingin menyelamatkan umat manusia tanpa terkecuali. Dia bukan semata-mata hendak menyenangkan hati manusia dengan aneka mukjizatNya, melainkan melimpahkan keselamatan kepada umatNya. Penegasan Yesus juga hendak menyatakan, bahwa belaskasih Allah akan semakin dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepadaNya, dan Allah tidak memperhitungkan kesalahan dan  dosa umatNya. Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Bukanlah hal yang sulit bagi Yesus memberikan anugerahNya kepada orang-orang yang dikasihiNya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Allah dapat menjadikan segala-galanya baik adanya. 'Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!', tegas Yohanes Pembaptis, sebagaimana kita renungkan kemarin.

Seketika itu juga bangunlah orang lumpuh itu, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: 'hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'. Sungguh benarlah apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan' (Yes 35: 4-7).



Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk selalu mengarahkan hati dan ketika menghadapi tantangan berani membawanya kepadaMu. Sebab Engkau mampu memberikan yang terbaik, yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin 



Contemplatio

'Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus'. 







Oremus Inter Nos

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening