Yes 40: 25-31 + Mzm 103 + Mat 11: 28-30 





Lectio :

Pada suatu hari Yesus bersabda: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. 



Meditatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu', tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkanNya. Mengapa Yesus hanya memberi bagi mereka yang letih lesu dan berbeban berat? Sebab memang orang-orang seperti itulah yang memerlukan pertolongan. Mereka orang-orang yang tak berdaya. Kalau kita orang yang mampu, hendaknya menolong mereka yang letih lesu dan berbeban berat, dan bukannya menolong mereka yang sudah mapan. Sebagaimana rahasia kasih disampaikan kepada mereka orang-orang kecil dan bukannya orang yang cerdik pandai, demikianlah Yesus mengundang mereka yang tak berdaya dan bukannya mereka yang kuat dan bertenaga. Yesus Kristus hanya menolong orang-orang yang memerlukan pertolonganNya.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Kuk mana yang dimaksudkan oleh Yesus? Apakah semua pengajaran yang diberikanNya, yakni segala perintah dan kehendakNya? Kuk yang mana yang menyenangkan dan ringan? Apakah yang dimaksudkan dengan menyenangkan dan ringan? Menyenangkan karena mendatangkan keselamatan? Ringan karena meminta kepenuhan hati dalam melaksanakannya? Tak dapat disangkal memangYesus rendah hati dan penuh belaskasih. Dia adalah Kasih itu sendiri. Dia menghendaki umatNya bahagia dan selamat; dan hanya belajar daripadaNya kita akan hidup tenang dan bahagia, karena keselamatan hanya berasal daripadaNya. Namun kiranya Dia yang memanggil pasti memberikan kebahagiaan dan sukacita.

'TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya'. Kasih Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yesaya inilah yang dikonkritkan oleh Yesus dengan sabda dan kehendakNya sekarang ini. Dia meminta kita untuk berani datang dan datang kepadaNya. Setiap orang diundangNya, tetapi undanganNya itu semakin dirasakan hanya oleh orang yang setia datang kepadaNya. Di saat Adven inilah marilah kita belajar daripadaNya, bagaimana mendapatkan rahmat dan kasih karuniaNya, sebagaimana dikatakanNya sendiri: 'orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah' (Yes 40). 



Oratio :

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk semakin memahami makna penderitaan dalam mengikuti Engkau dengan semakin terbuka dalam menolong sesama.
Santo Ambrosius, doakanlah kami. Amin




Contemplatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'. 





 

Oremus Inter Nos



Oremus Inter Nos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012