Jumat dalam Pekan Biasa I, 13 Januari 2017

Ibr 4: 1-5  +  Mzm 78  +  Mrk 2: 1-12

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Ini berarti kunjungan kedua Yesus ke Kapernaum. Rumah siapa yang dimaksudkannya?  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Banyak orang datang dan mendengarkan pengajaranNya. Berapa banyak orang yang datang, tidak diceritakan. Apakah seperti kemarin, bahwa seluruh penduduk kota datang untuk mendengarkanNya?  

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Hebat kali usaha mereka itu, dan sungguh orang-orang lain pun tidak menaruh perhatian agar mereka tidak sempat membongkar atap rumah. Semua orang mendiamkan kegaduhan awal ketika mereka mulai membongkar atap rumah, termasuk Yesus sendiri. Mengapa mereka tidak menegurnya, dan memberi jalan bagi mereka?  

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'. Kegaduhan semakin diperuncing Yesus dengan kata-kataNya ini. Yesus tidak menegur mereka. Yesus tidak memuji mereka, dan Yesus tidak bertanya-tanya kepada mereka, malah mengampuni dosa dan kesalahan orang lumpuh itu. Layaklah  beberapa ahli Taurat berpikir dalam hatinya: 'mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Bukankah Dia ini Anak Yusuf, tukang kayu, dan saudara-saudariNya ada di antara kita? Pertanyaan kritis dan merasa bertanggungjawab. 

Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Yesus secara sengaja memang mengatakan hal itu. Yesus menggunakan peristiwa kehidupan guna memberi pengajaran, dan membuka mata hati umatNya. Yesus sepertinya membiarkan setiap orang untuk berjalan dan melalui aneka  peristiwa kehidupan agar merasakan bahwa Allah hadir dalam diri umatNya.

Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Yessus memberikan segala yang diminta oleh umatNya.  Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Apakah dia langsung dlujur pulang atau masih sempat mengucapkan terima kasih dan bersalaman dengan Yesus memang tidak diceritakan. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: 'yang begini belum pernah kita lihat'. Yesus membawa kabar sukacita kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

Apakah sulitnya masuk orang lumpuh itu juga menjadi gambaran bagi kita untuk masuk tempat peristirahatan bersama Allah (Ibr 4)? Kiranya sabda pengampunan memperingan langkah kita memasuki tempat peristirahatan bersamaNya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, temanilah kami selalu dalam segala peristiwa hidup ini, dan bahkan kami sendiri ingatkan selalu agar kami merasakan kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening