Kamis dalam Pekan Biasa I, 12 Januari 2017


Ibr 3: 7-14  +  Mzm 95  +  Mrk 1: 40-45

 

 

 

Lectio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:  "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: 'kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'. Rendah hati kali orang kusta satu ini. Dia meminta dan meminta penuh kepasrahan pada belaskasih sang Guru dari nazaret ini. Seberapa keras permohonan kita, kalau memang Tuhan tidak menghendaki, tentunya doa-doa dan permohonan kita tidak akan mendapatkan jawaban.  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Yesus tidak banyak bertanya kepada orang kusta itu. Dia langsung menanggapinya.  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Semua terjadi dengan indahnya. 

Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: 'ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus tidak meminta orang itu menjadi muridNya. Yesus meminta orang itu mengikuti aturan standard.  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Apakah orang yang tadinya kusta ini meakukan suatu oda yang melawan kehendak Tuhan? Apakah yang dimaksudkan dengan dosa tidak mendatangkan maut (1Yoh 5) sebagaimana dikatakan oleh santo Yohanes? Memang terjadi kontradiksi yang hebat: di satu pihak dia meminta belaskasih Tuhan dan menyerahkan sepenuhnya pada kehendakNya, tetapi di lain pihak dia tidak mentaati kehendak dan kemauan Tuhan itu sendiri. Namun taka dapat disangkal, orang yang tadinya kusta itu menghambat karya pewartaan Allah sendiri.

Yesus tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Hambatan manusia memang tidak akan menghalangi kehendakNya untuk mewartakan kabar sukacita, apalagi kita manusis selalu mencari dan mencari kasihNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuksemakin hari semakin berani merundukkan diri kepadaMu, seba hanya dalam namaMu kami beroleh keselamatan, hanya dalam namaMU ada kehidupan yang indah.

Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang taat kepadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

Yesus tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012