Kamis dalam Pekan Biasa II, 19 Januari 2017

Ibr 7: 25-30  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 7-12

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,  dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.  Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.  Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,  dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Bagaimana kita dapat membayangkan peristiwa itu. Berapa banyak orang yang mengikutiNya? Bagaimana mereka tahu Yesus datang ke danau, bukankah belum ada alat komunikasi yang secanggih sekarang ini? Banyak orang mau mengikutiNya, karena mereka mendengarkan pengajaranNya dan mau menikmati kehadiranNya sendiri. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Dari perahu memang memungkinkan Yesus mengajar dengan leluasa. Dia dapat bergerak dengan nyaman, karena memang banyaknya orang yang mengerubuti Dia. Kemauan baik seseorang memang seringkali tidak memperhitungkan keberadaan orang lain. Sebaik apapun keinginan seseorang kiranya haruslah memperhatikan kepentingan bersama.  

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah'.  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Betapa hebatnya Yesus Tuhan. Hanya dengan melihatNya saja, kuasa kegelapan jatuh tersungkur dan tak berdaya. Di hadapan Allah segala-galanya berunduk dan menyembah. Kehebatan dan keagunganNya inilah yang membuat Yesus menjadi Imam agung yang lebih mulia dibanding dengan imam-iman sebelumnya. 'Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Dan sungguh sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi' (Ibr 8: 4.6).  Yesus menjadi Imam Agung karena Tuhan Allah sendiri yang menghendakiNya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, seringkali kami melakukan sesuatu dengan pamrih, ingin dihargai, ingin mencari nama. Kiranya lewat sabdaMu hari ini kami dapat belajar daripadaMu, untuk berbuat karena kasih dan bukan karena keegoan kami. Terima kasih ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening