Kamis dalam Pekan Biasa III, 26 Januari 2017

Ibr 10: 19-25  +  Mzm 24  +  Mrk 4: 21-25

 

 

 

Lectio

Pada saat itu Yesus berkata kepada mereka para muridNya: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 

Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

 

 

'Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'. Benar memang. Segala sesuatu dibuat dengan maksud tertentu, dan tak akan digunakan yang bertentangan dengan maksud awali, apalagi yang mengakibatkan kerusakan. Demikian juga, 'tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap'. Misteri Kerajaan Allah akan disampaikan kepada seluruh  umat manusia. Semuanya akan dinyatakan secara bertahap karena memang kemampuan kita manusia yang amat lemah dalam memahami sabda dan kehendakNya. Kiranya setiap orang berani menanggapi semuanya ini dengan sepenuh hati. Semuanya semata-mata demi keselamatan kita manusia, maka tentunya kita harus semakin berani mendengarkanNya. Karena itu, 'barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'.

Lalu Ia berkata lagi: 'camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Hal yang sama itulah yang juga disampaikan Tuhan Yesus sendiri kepada santo Paulus di saat pertobatannya. 'Engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar' (Kis 22:15). Semuanya diminta Tuhan Yesus agar kita menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih; sebab bukankah hidup ini juga adalah anugerah Tuhan yang harus kita pertanggungjawabkan? Tuhan telah memberi, Tuhan telah mengambil, terpujilah Dia. Ucapan inilah yang harus kita lambungkan juga kepada Tuhan. Ayub mengungkapkan iman kepercayaannya bahwa segala yang dimilikinya adalah pemberian Tuhan yang harus dia pertanggungjawabkan.

'Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik' (Ibr 10: 24). Kiranya ajakan surat Ibrani meneguhkan kita dalam panggilan kita untuk menjadi berkat bagi sesama. Bukankah kita juga diajak untuk semakin mengasihi satu sama lain? Keengganan kita untuk menjadi sesama berarti tidak ubahnya kita menaruh pelita di bawah gantang, karena tidak sesuai dengan panggilan dan kodrat yang diberikan Tuhan sendiri kepada kita.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami agar semakin memahami dan menanggapi sabdaMu dengan berani berbagi kepada sesama, sehingga semakin banyak orang mengalami keselamatan dariMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012