Kamis dalam Pekan Natal, 5 Januari 2017

1Yoh 3: 11-21  +  Mzm 100  +  Yoh 1: 43-51

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.  Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."  Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"  Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"  Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."  Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"  Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'. Filipus tentunya langsung ikut, walau tidak diceritakan sebagaimana pengalaman Petrus dan Andreas, Yohanes dan Yakobus ataupun Matius, si pemungut cukai dalam Injil sinoptik. Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Mereka bertiga ternyata satu kampung. Apakah Petrus, Andreas dan Filipus sudah saling mengenal sebelumnya?

Selanjutnya Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: 'kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret'. Sebuah pengalaman indah disampaikan Filipus kepada Natanael. Darimana dia mengenal Yesus semacam itu? Apakah Yesus memperkenalkan diriNya secara lengkap kepada Filipus? Entah darimana Filipus mendapatkan pengetahuan iman itu.  Kata Natanael kepadanya: 'mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?'. Ternyata pengetahuan yang dimiliki Filipus mendapatkan kritikan Natanel. Bukankah Dia yang dinubuatkan itu akan lahir di Betlehem? Mana mungkin dari Nazaret?  Kata Filipus kepadanya: 'mari dan lihatlah!'. Filipus tidak tenggelam dalam ketidak berdayaan dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Dia hanya mendapatkan Yang indah dan mulia, maka dia tetap hanya mengajak Natanael untuk melihat dan mengalami sendiri. Mengalami sendiri adalah sesuatu yang indah dalam mengenal sang Kehidupan.

Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: 'lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!'. Sebuah pujian diterima Natanael dari Sesuatu yang baik dari Nazaret. Kagetlah Natanael lalu berkata kepada-Nya: 'bagaimana Engkau mengenal aku?'. Bukankah kita baru berjumpa sekarang ini?  Jawab Yesus kepadanya: 'sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara'. Natanael kalah satu langkah dari Orang Nazaret ini, sebab ternyata Dia telah melihat dirinya beberapa hari sebelumnya.  Apakah semuanya itu hanya bahasa halus yang menundukkan Natanael? Namun tak dapat disangkal, Orang yang mampu melihat isi hati manusia adalah Tuhan Allah sendiri. Dia benar-benar Yesus, yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dia benar-benar Allah yang menyelamatkan umatNya. Kata Natanael kepada-Nya: 'Guru, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!'.  Sebuah pengakuan yang luar biasa. Dia bukan saja Seseorang yang baik dari Nazaret, melainkan Anak Allah dan Raja Israel, sebab hanya kepadaNyalah seluruh umat Israel harus berani merunduk dan berserah diri.  Yesus menjawab, kata-Nya: 'karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu'. Bagaimana tidak percaya kepada Tuhan, kalau memang Dia telah mengenal kita, dan kita berada dalam pengamatanNya? Dan malahan kepercayaan kepada Tuhan Yesus akan membuat orang mampu menikmati yang indah dan luar biasa. Inilah yang dijanjikan oleh Yesus kepada Natanael, dan tentunya kepada setiap orang yang berani percaya kepadaNya.  Lalu kata Yesus kepadanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'. Sebuah kesempatan, sebuah janji yang amat menggiurkan untuk dinikmati karena kepercayaannya kepada Tuhan Yesus.

Yesus pun pasti mengenal baik kita. Bukankah kita adalah orang-orang yang percaya kepadaNya. Kiranya semakin kita tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang mengenalNya. Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan menaruh kasih terhadap sesama, bukan hanya dalam kata-kata, melainkan dengan tindakan nyata, dan juga dalam kebenaran (1Yoh 3: 18). Bukankah Kristus telah mendahului kita dalam berbuat kasih. Dia sendiri malahan adalah Kasih.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau menjanjikan yang indah bagi kami yang percaya kepadaMu. Kiranya kami semakin dimampukan dalam berbagi kasih kepada sesama, sebagai ujud pengenalan kami akan Engkau. Amin

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening