Rabu dalam Pekan Biasa I, 11Januari 2017

Ibr 2: 14-18  +  Mzm 105  +  Mrk 1: 29-39

 

 

 

Lectio

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.  Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. 

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;  waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."  Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

 

 

Meditatio

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Mengapa mereka pergi ke rumah Simon dan Andreas? Mengapa tidak ke tempat yang lain?  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Sakit ringan juga. Apakah penyakit-penyakit ringan juga perlu disembuhkan oleh Yesus, yakni dengan mukjizatNya?  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Yesus tidak memandang muka. Dia pun menyembuhkan ibu mertua muridNya itu.  

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Menarik kali peristiwa ini. Darimana mereka mengetahui, kalau Yesus berada di rumah Simon dan Andreas? Apakah rumah mereka saling berdekatan satu sama lain? Yesus tidak mengajar, melainkan hanya mengadakan aneka mukjizat. Setan-setan secara istimewa mengenal Yesus pun dibinasakanNya, karena keberadaan mereka hanya untuk membinasakan umat manusia. 'Oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu setan iblis, yang berkuasa atas maut' (Ibr 2:14) yang semuanya itu akan terpenuhi di akhir karya penyelamatanNya di dunia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Mengapa Yesus tidak mengajak para muridNya berdoa bersama? Mengapa Yesus hanya berdoa seorang diri? Tidak adakah keinginan Yesus untuk membentuk komunitas berdoa? Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;  waktu menemukan Dia mereka berkata: 'semua orang mencari Engkau'. Membiarkan Kristus tinggal di tengah-tengah umatnya memang amat membahagiakan, dan itulah yang dikehendaki. Itulah keinginan banyak orang yang tinggal di kampung Simon dan Andreas. Benarlah juga apa yang pernah dikatakan Simon, betapa bahagianya tinggal bersamaNya, maka dia akan mendirikan kemah, agar keindahan dan kenyamanan hidup ini tidak cepat berlalu.  Jawab-Nya: 'marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'. Yesus mengingatkan kembali akan tugas perutusanNya yang bukan hanya saja untuk komunitas atau kelompok tertentu, melainkan juga untuk seluruh umat manusia. Kita akan selalu tinggal bersama Yesus, kalau kita mengamini sabdaNya dan melakukan segala yang dikehendakiNya, dan bukannya meminta Yesus yang harus sengaja memenuhi kebutuhan kita. Kitalah yang memang harus berani mengikuti Dia, dan bukannya Dia yang harus mengikuti kemauan kita. Sebab seandainya Tuhan Allah telah memenuhi kebutuhan sempurna kita umatNya, tak jarang kita akan mengabaikan Dia, karena bukan Dia yang kita cari melainkan kepuasan diri. Kita akan selalu mencari Dia, kalau memang kita mengikutiNya dan mengamini segala sabda dan kehendakNya dalam tingkah laku hidup kita sehari-hari.  

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. Dalam karya pelayananNya tak jarang pewartaan sabda dan pengadaan aneka mukjizat selalu berbarengan.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, lewat sabdaMu hari ini menjadi pembelajaran bagi kami yang telah mendapatkan anugerah rahmat kasihMu, untuk semakin berani dalam melayani Engkau melalui sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka'.

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening