Rabu dalam Pekan Natal, 4 Januari 2017

1Yoh 3: 7-10  +  Mzm 98  +  Yoh 1: 35-42

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yohanes berdiri di tempat dia membaptis bersama dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.  Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"  Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. 

Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.   Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yohanes berdiri di tempat dia membaptis bersama dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: 'lihatlah Anak domba Allah!'.  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Inikah untuk kedua kalinya Yohanes menyatakan siapakah Yesus Kristus itu. Dialah Anak Domba Allah. Apakah kedua murid itu tidak bersama Yohanes ketika Yohanes menyampaikan hal tersebut, sehingga sekarang mengulangi untuk keduakalinya? Apakah memang sengaja Yohanes menyampaikan hal itu secara istimewa kepada kedua murid? Sebab memang bukanlah aku yang kalian tunggu-tunggu, melainkan Dia yang datang sesudah aku, yang hanya membuka tali sandalNya saja aku tidak layak.

Waktu Yesus menoleh ke belakang, dan melihat, bahwa mereka mengikuti diriNya, Dia lalu berkata kepada mereka: 'apakah yang kamu cari?'. Kenapa Yesus bertanya seperti itu? Apakah hanya ingin memurnikan kemauan diri mereka? Sebab bukankah Dia tahu isi hati setiap umatNya? Kata mereka kepada-Nya: 'Guru, di manakah Engkau tinggal?'. Para murid tidak menjawab pertanyaan sang Guru. Mereka malah hendak mencari tahu di mana sang Guru tinggal. Apakah memang tidak hendak mencari Yesus sang Guru? Apakah memang mereka malah dengan bahasa halus ingin tinggal bersamaNya?  Ia berkata kepada mereka: 'marilah dan kamu akan melihatnya'. Yesus tidak keberatan. Malah keinginan seperti inilah yang kiranya amat diharapkan olehNya. Bukankah Yesus tidak pernah menyatakan siapakah diriNya? Yesus mengajak seseorang untuk berkata tentang diriNya, karena pengenalan mereka sendiri. Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Kiranya ada sesuatu yang indah pada saat itu, sehingga Yohanes sempat mencatatnya secara istimewa, bahkan saatnya mereka tinggal bersama-sama denganNya. Apakah itu?

Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.   Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: 'kami telah menemukan Mesias atau Kristus'. Siapakah orang lain yang diajak oleh Andreas? Andreas tentunya menemukan mutiara yang indah, yang selama ini dicarinya, sehingga sekarang dia ingin berbagi dengan saudaranya. Andreas berani berbagi, karena dia telah menemukan dan berjumpa dengan Mesias; dia tidak berjumpa dengan yang lain. Andreas menemukan keselamatan, karena sang Penyelamatnya sendiri dia temukan. Kiranya Andreas benar-benar menghayati kasih Allah, karena dia berani berbagi kebenaran yang dinikmatinya dan kasih Allah yang mengijinkan dia tinggal bersama Anak Manusia. Berbagi kasih dan kebenaran inilah kekhasan orang-orang yang mengenal dan lahir dari Allah (1Yoh 7: 7-10).  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: 'engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas atau Petrus'. Yesus tentunya mengenal hati setiap orang. Dia mengenal siapakah Simon, yang sepertinya hendak dipilihNya sebagai rasul. Yesus tahu siapakah Simon dan memilihnya. Apakah komentar Simon ketika Yesus berkata seperti itu? Apakah Simon tidak mampu berkata seperti Natanael bagaimana Engkau mengenal aku? (Yoh 1: 48).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur boleh mengenal dan mengalami kasihMu dalam hidup kami. Kiranya kamipun semakin berani membagikan kasih dan kebenaranMu kepada sesama kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Kami telah menemukan Mesias atau Kristus'.

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening