Sabtu dalam Pekan Biasa I, 14 Januari 2017

Ibr 4: 12-16  +  Mzm 19  +  Mrk 2: 13-17

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kiranya penegasan Yesus bahwa Dia datang untuk menyelamatkan orang berdosa semakin menjadi pemahaman banyak orang. Ia mahakasih dan Pengampun. Mereka tidak gelisah dengan gerutu kaum Farisi dan para ahli Taurat, sebaliknya mereka semakin berani mendekatkan diri dan mendengarkan sabdaNya. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'. Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  Ketidakmauan Lewi untuk bertanya-tanya tentang Siapakah Engkau kiranya menjadi perhatian ketiga penulis Injil. Lewi atau Matus adalah seseorang yang dipanggil Tuhan Yesus dan langsung mengamini sabdaNya, tanpa bertanya-tanya siapakah Engkau dan mau kemana? Iman memang amat mengakui dan menghormati akal budi, tetapi tidak mampu dikendalikan olehnya, sebab iman mengatasi akal sehat  manusia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Yesus melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan setempat, bahkan berlawanan dengan pola etis, sebab seorang Guru yang disucikan dan dihormati banyak orang, Guru yang berwibawa dan penuh kuasa berkumpul dan makan bersama dengan kaum pendosa dan orang-orang pemungut cukai.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Sebuah komentar wajar dan umum berdasar kebiasaan setempat dan sedang berlangsung.  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Yesus membuka mata hati banyak orang bahwa memang Allah selalu mencari dan mencari umatNya. Allah tidak mau kehilangan orang-orang yang dikasihiNya. Seluruh umat adalah milikNya, seluruh umat manusia adalah milikNya. Orang berdosa dan mereka yang dipinggirkan oleh masyarakat adalah milik Allah.

Sikap Allah memang selalu di luar daya tangkap insani manusia. Bagaimana mungkin semuanya ini bisa terjadi? Allah sulit kita mengerti, karena kita memang dibawah jauh daripadaNya. Namun dengan kehadiranNya, Allah membuat kita menjadi orang-orang yang layak berdiri di hadapanNya; walau tak dapat disangkal, kita masih sering sulit mengerti sabda dan kehendakNya. 'Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab' (Ibr 4: 13).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami menjadi sesame bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Buatlah kami tidak menutup mata terhadap mereka yang memang amat membutuhkan uluran tangan kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012