Sabtu dalam Pekan Biasa III, 28 Januari 2017


Ibr 11: 8-19  +  Mzm   +  Mrk 4: 35-41

 

 

 

Lectio

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

 

 

 

Meditatio

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: 'marilah kita bertolak ke seberang'. Mau ke manakah mereka? Mengapa baru petang hari mereka berangkat, mengapa tidak siang hari? Atau memang mereka menunggu banyak orang meninggalkan mereka?  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Ternyata masih banyak orang yang mendengarkan Yesus pada waktu itu. Dengan demikian mengapa Yesus pergi ketika hari sudah petang? Panggilan para murid yang diminta untuk menyertai sang Guru, dilaksanakan juga oleh para murid.

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Kita dapat membayangkan peristiwa pada waktu itu, dan kiranya yang lebih mengagetkan adalah bahwasannya pada saat amukan taufan Yesus tetap tertidur di buritan. Tidak adakah kepekaan Yesus terhadap situasi? Atau memang secara sengaja semuanya itu dilakukanNya? Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?'. Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'diam! Tenanglah!'. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.  Sungguh hebat Orang Nazaret ini. 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?'. Dia memang benar-benar berkuasa atas dunia ini. Dia bukan hanya Pemilik umat manusia, tetapi juga seluruh ciptaanNya. Dia sang Pencipta tentunya Dia berkuasa atas ciptaanNya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?'. Sebuah penyataan yang memang sulit dijawab dan dimengerti? Bagaimana mungkin tidak takut, karena memang air mulai memenuhi perahu? Bagaimana kita harus memahami iman kepercayaan? Apakah para murid harus berdiam diri dan membiarkan Yesus tertidur? Apakah perahu mungkin tenggelam? Apakah mungkin bersama Yesus para murid binasa?

Peristiwa hari ini sepertinya hendak meminta kita untuk semakin hari semakin percaya kepadaNya. Aneka tantangan seberat apapun tidak akan membinasakan kita, bila kita selalu bersama Tuhan Yesus. Dalam Tuhan ada kehidupan dan keselamatan. 'Iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan, dan bukti dari segala yang tidak kita lhat' (Ibr 11: 1-2).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami, agar kami tidak mudah putus asa dan menyerah dalam berjuang menikmati hidup yang lebih indah bersamaMu.

Santo Tomas Aquinas, doakanlah kami. Semoga segala kepandaian yang ada pada diri kami semakin menyemangati kami dalam mengenal Kristus Tuhan. Amin.

 

 

Contemplatio

'Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening