Sabtu dalam Pekan Natal, 7 Januari 2017


5: 14-21  +  Mzm 149  +  Yoh 2: 1-11

 

 

 

 

Lectio

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;  Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.  Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."  Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"  Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,  dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."  Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada hari ketiga, hari Selasa (?) ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Kenapa Yusuf tidak disebut? Kabar alibi Yusuf setelah Yesus diketemukan kembali di Yerusalem. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: 'mereka kehabisan anggur'. Mengapa Maria berkata seperti itu kepada Yesus, Anaknya? Maria tahu pasti siapakah Anaknya itu? Namun mengapa Maria melibatkan Yesus dalam pesta di Kana itu? Ada kepentingan apa sehingga Maria meminta bantuan Anaknya? Apakah Maria hanya benar-benar ingin membantu orang yang membutuhkan pertolongan? Apakah tuan rumah pesta benar-benar berkekurangan atau hanya karena kurang berpikir panjang dan duduk terlebih dahulu sebelum menyelenggarakan pesta?  Kata Yesus kepadanya: 'mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba'. Sebuah jawaban yang mengetahui benar apa yang dimaksudkan sang ibu? Saat-Ku belum tiba, kapan saat yang dimaksudkan Yesus? Kira-kira kapan Yesus hendak mengawalinya?

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: 'apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'. Menarik kali permintaan Maria, ibu Yesus ini. Dia tidak mudah putus harapan dalam meminta. Maria yakin segala perkataan sang Anak Manusia ini membuat segala-galanya terjadi dengan indahnya. Dia tahu Anaknya mahakasih dan penuh kelembutan hati. Sebagai orang yang berpengalaman, sebagai orangtua, dia meminta para pelayan mengikuti apa yang diminta Anaknya. Maria yakin anaknya akan mengamini kemauan baik hati sang ibu, dan semua orang yang menjadi saudaraNya laki-laki dan saudariNya perempuan.

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: 'isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air'. Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Yesus tidak menerangkan terlebih dahulu apa yang hendak dikerjakan. Para pelayan pun tidak mengetti apa maksud anak Maria ini. Mereka hanya berbuat dan melakukan 'apa yang dikatakan kepada' mereka. Mereka tidak mengerti, tetapi mereka melakukan kemauan dan kehendak Tuhan Allah yang menjadi Manusia, dan tinggal di tengah-tengah umatNya.  Lalu kata Yesus kepada mereka: 'sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta'. Untuk apa air basuh kaki ini diberikan kepada mereka? Namun pasti mereka akhirnya tahu juga apakah yang telah mereka cedok sekarang. Mereka telah mencedok anggur.  Mereka telah mencium bau anggur, yang memang sebelumnya adalah air biasa. Air telah menjadi anggur.

Bagaimana kita memahami permohonan Maria? Bukankah santo Yohanes dalam suratnya juga menegaskan kepada kita: 'Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya' (Yoh 5: 15). Bagaimana kita tahu bahwa doa-doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan Allah. Apakah kita harus menyatukan segala sesuatu yang kita mohonkan dengan kehendak Bapa? Minimal kita harus yakin, bahwa Tuhan Allah itu baik dan penuh kasih. Dia tidak akan pernah memberi ular kepada umatNya, jikalau kita meminta ikan; tak pernah memberi batu, kalau kita minta roti. Mungkin suara Yesus yang menantang kita sebagaimana didengar langsung olah Maria saatKu belum tiba. Namun baiklah kita semakin hari semakin berani mengamini apa yang dikehendakiNya.

Lalu mereka pun membawanya.  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya, ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: 'setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang'. Anggur yang dibuat Yesus ternyata amat enak dan nikmat, dan itulah yang dirasakan oleh pemimpin. Anggur ini sungguh baik. Yesus membuat segala-galanya baik. Permintaan dan kerinduan umat beriman sungguh-sungguh semakin mempercepat nikmat berkarya belaskasih Allah. Maria ibu Yesus adalah seorang yang mempunyai hati.

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar berani mengamini sabdaMu, sebab Engkau Allah yang penuh kasih, yang selalu memberi yang terbaik dan tidak pernah terlambat pertolonganMu kepada kami. Terima kasih ya Yesus atas rahmat kasihMu ini.  Amin

 

 

Contemplatio

'Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012