Selasa dalam Pekan Biasa I, 10 Januari 2017

Ibr 2: 5-12  +  Mzm 8  +  Mrk 1: 21-28

 

 

 

Lectio

Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.  Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:  "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

 

 

Meditatio

Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Penampilan Yesus mempesona banyak orang mengingat pengajaranNya yang penuh kuasa, dan lebih hebat dari para ahli Taurat selama ini. Orang-orang sekarang ini pun suka mencari pembawa firman yang hebat dan lancar berbahasa Indonesia, apalagi dilengkapi dengan aneka mukjizat yang dapat disampaikannya. Namun kiranya kehebatan Yesus tampak, bukan karena gaya pengajaranNya, melainkan karena sabda dan kehendak Tuhan yang disampaikanNya.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: 'apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Orang hebat memang belum tentunya suci dan saleh. Itulah  yang terungkap pada diri seorang yang kerasukan setan ini. Dia mengetahui siapakah Yesus itu. Dia pun tahu siapakah dirinya. Hanya saja tidak ada hati pertobatan dalam dirinya. Sekali lagi dia tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, karena memang Dia adalah Allah.  Yesus menghardik orang itu, kata-Nya: 'diam, keluarlah dari padanya!'. Yesus sepertinya tidak mau tawar-menawar dengan orang-orang yang tenggelam dalam kejahatan. Yesus amat intoleran terhadap kuasa kegelapan. Yesus tidak mau orang-orang yang menjadi milikNya diambil mereka.  Roh jahat itu segera menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Tidak ada kuasa kegelapan apapun yang mampu menandiangi Tuhan Allah. Hanya dalam Tuhan Allah ada kekuatan dan  keselamatan, sebab memang 'segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya. Dan dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya' (Ibr 2: 8). Dia tidak hanya memberikannya dari jauh, Dia malah mendekatkan diri dengan umatNya, karena memang ia adalah Immanuel.  

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: 'apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya'. Karya-karya mukjizat inilah yang seringkali menarik hati banyak orang daripada sabda dan pengajaran Yesus. Sampai hari ini pun demikian terjadi, banyak orang datang pada aneka kabaktian, bukan untuk mendengarkan sabda, melainkan mencari penghiburan rohani. Hal-hal yang menakjubkan dan mengagumkan itulah yang mereka cari dan ingin didapatkan. Sebab sabda yang mereka dapatkan tentunya akan mengubah hati seseorang sebagai manusia-manusia baru.  

Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengecam habis orang-orang yang tidak mau tahu akan keselamatan, yang hanya mencari kepuasan diri. Kiranya tobatkanlah hati dan budi kami, agar kami tidak sampai mendapatkan teguran keras daripadaMu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening