Selasa dalam Pekan Biasa III, 24 Januari 2017

Ibr 10: 1-10  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 31-35

 

 

 

Lectio

Pada saat itu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."  Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

 

Meditatio

Pada saat itu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Ada apa mereka datang? Apakah hendak menyuruh Dia pulang karena adanya anggapan bahwa Anak manusia dari Nazaret ini tidak waras lagi, sebagaimana kita renungkan beberapa hari yang lalu? Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Mereka merasa berkuasa  atas Yesus, maka mereka dengan enaknya memanggil Yesus. Adakah hak mereka untuk memaksa Yesus berhenti dan keluar dari ruang itu? Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: 'lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau'. Orang-orang yang ada di situ amat menghormati perhatian keluarga terhadap Yesus. Mereka pun menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka.

'Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?', sahut Yesus kepada mereka. Adakah yang berhak atas diriKu? Siapakah yang berkuasa atas diriKu?  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Inilah keluarga Yesus, yakni mereka yang menyatukan diri dalam sabda dan kehendak Allah. Dia hanya menghormati mereka yang berani dan ikhlas melakukan kehendak Tuhan Bapa di surga, karena memang hanya dengan merekalah Yesus akan menyatukan diriNya. Yesus sendiri secara sadar, bahwa segala yang dilakukan di dunia ini hanya seturut kehendak Bapa yang mengutusNya. Itulah yang direnungkan juga oleh surat kepada umat di Ibrani (10: 1-10).

Tak dapat disangkal memang, Maria telah dan selalu menyatukan diri dengan Sang Anak, tetapi kiranya jawaban Yesus malah membuka kesempatan bagi setiap orang untuk menjadi saudara dan saudariNya, bahkan menjadi ibuNya, kalau mereka melakukan kehendak Bapa di surga yang mengutusNya. Dari penyataan ini pun dapat kita tarik kesimpulan, bahwa keselamatan ilahi tidak hanya dinikmati oleh bangsa Israel, yang merasa bahwa Yesus tinggal di wilayah Palestina dan keturunan Daud itu, melainkan benar-benar keselamatan itu tersedia dan dinikmati oleh seluruh umat manusia yang berkehendak baik.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu hari ini semakin meneguhkan kami sebagai saudara-saudariMu, ketika kami mau melakukan kehendakMu, sehingga kamipun ikut menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening