Senin dalam Pekan Biasa III, 23 Januari 2017

Ibr 9: 24-28  +  Mzm 98  +  Mrk 3: 22-30

 

 

 

Lectio

Pada saat itu ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

 

 

 

Meditatio

Pada saat itu ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: 'Ia kerasukan Beelzebul' dan 'dengan penghulu setan Ia mengusir setan'. Mengapa mereka beranggapan demikian? Adakah praktek-praktek penyembuhan yang dilakukan Yesus menggunakan metode-metode perdukunan? Yesus tak menyangkal, bahwa : mereka beranggapan bahwa Ia kerasukan roh jahat. Yesus tidak gelisah dan kuatir dengan tuduhan seperti itu. Yesus tidak takut terhadap mereka; malah Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka. Yesus menantang mereka karena mempunyai tuduhan yang tidak benar terhadap sesamanya. Anggapan yang hanya ingin menjatuhkan sesamanya.

'Bagaimana iblis dapat mengusir iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.  Demikianlah juga kalau iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Apakah kuasa kegelapan itu benar-benar makhluk yang amat bodoh? Apakah mereka mudah dikuasai oleh manusia? Atau malah sebaliknya mereka dengan mudahnya memperdaya umat manusia? Siapakah yang lebih pandai bila demikian?  'Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'. PenyataanNya ini hendak menegaskan, bahwa memang Anak Manusia lebih hebat dan berkuasa dibanding kuasa kegelapan. Yesus adalah Seseorang yang lebih kuat dan merampas harta benda orang-orang kuat itu. Yesus lebih kuat dan berkuasa, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan.  

'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'. Bagaimana seseorang dapat diampuni kalau dia terus-menerus berkanjang dalam dosa, dan memang dia tidak mau lepas dan malah menenggelamkan dirinya dalam kubangan dosa. Yesus menggunakan menghujat Roh Kudus, karena seseorang yang menganggap Allah sebagai kekuatan jahat, menyamakan Allah dengan kuasa jahat. Dia tidak akan terampuni karena Allah pun dianggap kuasa jahat. Kedegilan seseorang yang menganggap Allah itu roh jahat membuat dunia ini tidak ada kehidupan dan keselamatan. Semuanya ini berbeda dengan penegasan surat Ibrani tentang siapakah Kristus. Bukankah 'Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama' (Ibr 9: 15)

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, begitu banyak cobaan dan godaan dalam hidup ini, tetapi kami percaya tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menggoyahkan kami, karena Engkau sendiri yang bertahta dan meraja dalam hati kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening