Senin dalam Pekan Biasa IV, 30 Januari 2017


Ibr 11: 32-40  +  Mzm 31  +  Mrk 5: 1-20

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.  Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.  Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.  Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,  dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"  Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."  Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.  Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"  Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

 

 

Meditatio

Pada suatu hari sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.  Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.  Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Kekuatan ragawi orang kerasukan ini amatlah perkasa. Kekuatan insani yang luar biasa inilah yang membuat banyak orang sering lebih tertarik kepada mereka daripada kepada Tuhan, terlebih bila seseorang mengalami aneka kesulitan dan kesusahan. Mereka ingin mendapatkan segala yang insan. Mereka tidak memikirkan yang abadi, minimal tidak memikirkan masa depan hidup. Mereka ingin menjadi orang-orang perkasa yang mampu mengatasi segala sesuatu, walau kehilangan nyawa. Apalah artinya kita mempunyai dan dapat mengusai dunia tetapi kehilangan nyawa?

'Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!', tegur Yesus kepada roh jahat yang memberangus orang perkasa itu. 'Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!', sahut orang yang dikuasai oleh roh jahat. Dia bertelut di hadapan Yesus, karena mereka merasa tak bedaya di hadapan sang Empunya kehidupan. Dia tahu bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: 'siapa namamu?'. Jawabnya: 'namaku Legion, karena kami banyak'. Mereka tidak sendirian. Mungkin karena itulah orang kerasukan itu mempunyai kekuatan besar, karena dia tidak sendirian. Ada segerombolan roh jahat yang menguasai orang itu. Menjadi orang kuat dan perkasa seringkali menjadi keinginan banyak orang.

'Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!', pinta roh-roh jahat itu. Mereka minta dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Mengapa mereka tidak mau keluar dari daerah itu? Apalagi mengapa Yesus mengabulkan permintaan mereka?     Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Kehadiran roh jahat memang selalu membinasakan.  Seseorang yang kerasukan roh dibuatnya tak berdaya dan selalu menjadi batu sandungan bagi banyak orang, demikian juga kawanan babi pun binasa karena ulah mereka. Kuasa roh jahat selalu membinasakan. Apakah perijinan Yesus merupakan pengusiranNya terhadap kuasa kegelapan atas orang-orang yang dikasihiNya? Namun tak dapat disangkal, Yesus benar-benar berkuasa atas kehidupan ini. Yesus berkuasa atas hidup dan mati.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Mereka lari karena memang mereka ingin mempertangungjawabkan kawanan babi yang mereka jaga. Pertanggunganjawab sebatas memberitahuan apa yang mereka lihat, karena semua terjadi di luar kendali mereka sebagai penjaga kawanan ternak itu. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Akhirnya mereka datang kepada Yesus, Penanggungjawab utama atas semuanya yang terjadi itu. Atas perijinanNya semuanya bisa terjadi, termasuk peristiwa yang tidak mengenakan itu terjadi. Peristiwa Ayub pun menjadi perijinan Tuhan sendiri. Mereka melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 

Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mereka bukannya bangga dengan pengusiran kuasa kegelapan, bukan juga atas kesembuhan orang yang sering mengganggu sesamanya di makam Gerasa itu; mereka sepertinya meminta Yesus pergi, dan mengusirNya, karena mereka tidak mau kehilangan harta benda lain, yang mungkin saja masih akan terjadi karena kehadiranNya. Mereka lebih takut kehilangan segala sesuatu daripada mengenal Yesus yang menyelamatkan umat manusia.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Apa alasan orang itu mau mengikutiNya? Apakah ia benar-benar mau mengikuti Yesus, sang Empunya kehidupan atau hanya ingin menikmati segala yang indah yang dapat Yesus berikan? Yesus tidak memperkenankannya, dan Ia berkata kepada orang itu: 'pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'. Baru kali ini malahan Yesus memberitahukan apa yang terjadi pada diri orang tersebut dan menyampaikannya kepada orang lain; Yesus pun tidak menyuruh dia membawa persembahan kepada imam-imam kepala sebagai bukti pentahiran dirinya; sebaliknya malahan tak segan-segan Yesus menegaskan bahwa diriNya adalah Tuhan Allah yang hidup yang mengasihi umatNya. Mengapa Yesus berkata-kata seperti itu? Apakah memang hanya mukjizat penyembuhan saja yang tidak perlu dikabarkan kepada banyak orang? Di bukan Pembuat mukjizat, melainkan Penyelamat. 

Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau membuat segala sesuatu indah adanya. Ajarilah kami untuk berani menikmati kehadiranMu dan tak takut kehilangan apa-apa bila memang Engkau menghendakinya. Engkaulah Tuhan Harta warisan hidupku. Amin.

 

 

Contemplatio

'Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening