Pesta Takhta Santo Petrus, 22 Februari 2017

1Pet 5: 1-4  +  Mzm 23  +  Mat 16: 13-19

 

 

 

Lectio

Suatu hari setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

 

Meditatio

'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus'. Penegasan Yesus kepada Simon, yang dengan rendah hati telah mengakui: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!', kepada sang Guru yang dipercayainya. Simon disebutNya Petrus, wadas, yang tentunya mempunyai maksud tersendiri.  'Dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku'. Simon disebut Petrus, karena atas dasar iman kepercayaannya Yesus mendirikan GerejaNya. Gereja yang dibangun oleh Yesus adalah Gereja atau kumpulan umat Allah yang mempunyai iman yang sama dengan iman Simon Petrus, yakni bahwa Yesus adalah Mesias. Gereja yang hendak didirikan atas iman kepercayaan Simon Petrus adalah kemauan dan kehendak Kristus. Yang tak dapat disangkal, iman Simon terucap 'bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'.  Gereja umat Allah didirikan bukan semata-mata kemampuan Simon Petrus dalam mengarahkan hatinya kepada Kristus, tetapi terlebih karena Allah sendiri yang berbicara dalam hati para muridNya. Semuanya adalah kehendak Tuhan Bapa di surge. Maka benarlah juga apa yang pernah dikatakan Yesus: bukan kamu yang milih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu.

 'Alam maut tidak akan menguasainya', tegas Yesus. Semuanya itu akan terjadi, karena memang Kristus sendiri yang akan menjadi tebusan bagi umat manusia. Dia akan turun ke alam maut dan membebaskan seluruh umat manusia dari ikatan dan belenggu dosa. 'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Kepada Simon Petrus dan para Rasul memang diserahkan kuasa yang amat tinggi dan mulia. Namun tak dapat disangkal juga, kuasa yang sama diberikan kepada mereka para penggantinya, dan orang-orang yang ambil bagian dalam kuasanya. Kuasa itu disampaikan juga kepada mereka, karena memang Gereja yang dibangunNya, tidaklah terikat oleh ruang dan waktu, tidaklah sejauh usia Simon Petrus. Kuasa itu diberikan kepada setiap orang yang ambil bagian dalam karya penyelamatNya secara istimewa, dan RohNya yang kudus mendampinginya sampai akhir jaman. Kehadiran Allah dalam RohNya yang kudus, serta pelbagai karunia yang diberikanNya benar-benar membekali para murid dalam mewartakan sabda Tuhan dan meneguhkan GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik itu.

Simon Petrus pun sadar, bahwa segala yang diterimanya itu tidaklah dinikmatinya sendiri. Semua murid diundang dalam karya penggembalaan itu; malahan semua yang terlibat dalam karya penggembalaan hendaknya benar-benar bertanggungjawab secara penuh. Itulah yang dikatakannya dalam surat ang ditulisnya sendiri: 'aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu' (1Pet 5: 1-4).

Pesta Takhta Petrus adalah pesta kesatuan umat beriman yang memang didirikan oeh Kristus sendiri atas dasar iman Petrus bersama para Rasul lainnya. Pesta hari ini hendak menegaskan bahwa hanya ada satu GerejaNya yang kudus, katolik dan apostolic. Sejauh ada pengandalan kekuatan dan kebijaksaan insani maka tidak menutup kemungkinkan adanya perpecahan di sana-sini. Keberanekaragaman dalam hidup menggereja kiranya amat terus ditumbuhkembangkan, sebab bukankah Gereja ada dalam masyarakat, umat Allah yang kudus?

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engau telah menyatukan orang-orang yang mendapatkan kasihMu secara istimewa dalam GerjaMu yang kudus. Kami mohon, semoga GerejaMu semakin menjadi saluran rahmat dan berkat, dan seluruh umatMu beroleh keselamatan yang hanya berasal dari padaMu.

Yesus, satukanlah hati dan budi kami dalam kasihMu.

Santo Petrus doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012