Rabu dalam Pekan Biasa V, 8 Februari 2017

Kej 2: 4-17  +  Mzm 104  +  Mrk 7: 14-23

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali sementara serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.  Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!".

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.  Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.  Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

 

 

Meditatio

'Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah', tegas Yesus. Para murid, mereka yang mendengarkan, benar-benar diminta untuk berani mendengarkan dengan baik dan mencamkannya dalam hati. Mereka diminta untuk tidak hanya mendengar dan mendengar, melainkan mencamkannya dalam hati, dan dimengertinya dalam akal budi. 

'Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya'. Yang menajiskan seseoran bukanlah yang masuk dalam dirinya, melainkan segala yang keluar dari orang tersebut. Sebab 'segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Segala sesuatu yang masuk dalam diri seseorang tidak menajiskan; semua makanan halal. Sebab suci, kudus seseorang bukanlah soal badan, melainkan soal hati, soal hidup. Hati seseorang tidak dibuat kotor oleh anaka makanan. Namun sebaliknya, 'apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'. Sikap hati manusia inilah yng membuat seseorang kotor dan najis di hadapan Allah, dan semuanya ini bukanlah akibat dari makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh manusia. Sikap manusia yang mau mencari kepuasan diri inilah yang memang menjauhkan seseorang dari Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan. Hati manusia sendiri yang membuat seseorang najis dan kotor di hadapa Allah.

 Kalau manusia makan buah terlarang di taman Eden sebagaimana diceritakan dalam Kitab Kejadian (Kej 2), semuanya itu bukannya sebab akibat dari buah terlarang in se, melainkan karena per se, mereka, Adam dan Hawa, melanggar  kehedank dan kemauan Allah. kehendak Allahlah yang mereka lawan dan terjang untuk mendapatkan kepuasan diri agar serupa dengan Allah. berdosa adalah kemauan anak-anak manusia, yang memang adalah citra Tuhan yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas.

Segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi tak dapat disangkal orang tetap harus berani berpantang dan bermatiraga kalau memang kondisi tubuhnya tidak dapat menerima makanan tertentu. Tidak setiap orang dapat menikmati makanan yang telah disediakan, sekali lagi lagi karena kondisi fisiknya. Seseorang harus berpantang terhadap suatu makanan mengingat alasan kesehatan yang harus dipertahankan dan dijaganya. Sakit seringkali diakibatkan oleh ketidakmauan seseorang membatasi diri menikmati makanan.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, dari dalam hati kami memang sering muncul aneka kecederungan jahat, yang melawan kehendakMu yang menyelamatkan itu. Ajarilah kami untuk berani mengendalikan diri, agar kami layak dan pantas berdiri di hadapanMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'.

 






Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening