Rabu dalam Pekan Biasa VI, 15 Februari 2017

Kej 8: 6-13  +  Mzm 116  +  Mrk 8: 22-26

 

 

 

Lectio

Akhirnya tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.  Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

 

 

 

Meditatio

Mengapa Yesus harus mengajak orang buta itu pergi keluar kampung untuk menyembuhkannya? Apakah hanya untuk supaya tidak dilihat banyak orang? Bukankah Dia juga melarang orang yang tadinya buta juga untuk segera masuk kampung setelah sembuh? Mengapa Yesus harus meludah pada mata orang itu dan meletakkan tanganNya? Mengapa Yesus tidak langsung berkata effata? Tak jarang memang augerah Tuhan diberikan secara bertahap, dan bukannya serentak. Kesetiaan seseorang untuk menikmati pelbagai anugerahNya dengan penuh syukur akan membuat seseorang terus-menerus menikmati rahmat dan berkatNya. Bukankah juga Kerajaan Allah tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang bagaikan bibit yang tumbuh, dan bagaimana tumbuhnya tak seorangpun yang dapat mengamatinya dengan teliti?

'Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan' (Kej 8: 21). Allah pun mengalami proses kehidupan dalam mengasihi umatNya, tentunya demikian kita manusia. Kiranya kesabaran dan kesetiaan tetap diperlukan untuk menikmati pelbagai karuniaNya yang luhur dan mulia itu.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkan iman kami kepadaMu, agar senantiasa setia dalam berharap kepadaMu. Sebab Engkaulah Tuhan yang Empunya kehidupan, yang mampu memberikan segala yang indah bagi umat yang bersandar kepadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Yesus meletakkan lagi tanganNya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening