Sabtu dalam Pekan Biasa IV, 4 Februari 2017


Ibr 13: 15-21  +  Mzm 23  +  Mrk 6: 30-34

 

 

 

Lectio

Suatu hari rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.  Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

 

Meditatio

Suatu hari rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Para murid sepertinya merasa bangga, karena mereka dapat melakukan yang dikehendaki sang Guru. Entah mereka memerinci perkerjaan yang dapat mereka lakukan atau tidak, Injil tidak menceritakan. Namun mereka telah berusaha dan mereka telah melakukannya. Lalu Ia berkata kepada mereka: 'marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'. Mereka diajak untuk  beristirahat, tentunya dalam istirahat Yesus mengajak mereka untuk berdoa bersama kepada Bapa di surga yang telah mengutusNya ke dunia. Yesus mengajak mereka, sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Pelayanan umat memang seringkali menyita banyak waktu, maka kiranya orang-orang yang benar-benar memberi diri kepada Tuhan akan mampu melakukannya dengan penuh syukur, dan sungguh-sungguh menyadari betapa indahnya panggilan Tuhan itu. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Bagaimana semuanya ini bisa terjadi?Siapakah yang bodoh sehingga tidak bisa menyembunyikan diri? Siapakah yang pandai, sehingga kepergian mereka diketahui, dan tujuan mereka pun ditengarahi oleh banyak orang? Dan yang lebih menarik lagi, dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Mereka semua lewat jalan darat, dan ternyata lebih cepat sampai. Sebaliknya Yesus bersama para rasul yang mengendari perahu ternyata jalur yang lebih jauh yang mereka tempuh. Semuanya seperti sia-sia. Sebab mereka ingin bersembunyi tetapi telah diketahui, demikian juga jalan yang harus mereka tempuh ternyata lebih jauh bila melalui danau. Pelayanan kadang memang sepertinya membuang-buang waktu.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Berhentinya Yesus di tempat itu dan kemudian melayani umatNya memang benar-benar Dia itu seorang Gembala. Gembala yang amat memperhatikan kawanan dombaNya. Layaklah kalau kita bersyukur kepadaNya bersama pemazmur dengan bernyanyi Tuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan (Mzm 23). Hanya dalam Yesus ada kepenuhan.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar, Engkau tidak pernah membiarkan setiap orang yang datang dan mohon kepadaMu. Ajarilah kami agar mampu berbelas kasih seperti hatiMu ya Yesus, yang selalu mengutamakan sesama yang membutuhkan di atas segalanya. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening