Sabtu dalam Pekan Biasa V, 11 Februari 2017

Kej 3: 9-24  +  Mzm 90  +  Mrk 8: 1-10

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu  ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:  "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.  Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"  Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."  Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.  Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

 

 

Meditatio

'Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.  Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh', kata Yesus kepada para muridNya. Dia benar-benar mempunyai hati terhadap orang-orang yang dikasihiNya. Mendengar hal itu,  murid-murid-Nya menjawab: 'bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?'. Sebuah komentar yang amat praktis dan benar adanya. Sebab memang keadaan jaman itu tidaklah seperti sekarang ini, yang mudah untuk mendapatkan sesuatu. Mengapa tidak ada seorang pun yang berani menantang Yesus dengan meminta mengadakan mukjizat di tengah-tengah mereka?

Yesus bertanya kepada mereka: 'berapa roti ada padamu?'. Yesus bertanya dan bertanya, tentunya hanya ingin melibatkan para murid untuk semakin ambil bagian dalam karyaNya. Bukankah Yesus sudah tahu bahwa semuanya bisa dilakukanNya sendiri?  Jawab mereka: 'tujuh'.  Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.  Dan mereka makan sampai kenyang. Mengapa mereka baru mau menyerahkan beberapa ikan belakangan? Makan bersama memang membuat orang berani untuk berbagi. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Tidak ada ikan yang tersisa. Lauk pauk memang selalu jumlahnya lebih sedikit dengan makanan roti yang tersedia. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Kita dapat membayangkan peristiwa pada saat itu. Empat ribu orang makan bersama. Apakah tidak ada teriakan-teriakan yang merasa kurang mendapatkan jatah sebagaimana mestinya? Mereka mendapatkan minum dari mana? Apakah sudah BBM mereka?

Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta. Yesus menyuruh mereka pulang, bukan dengan tangan kosong, melainkan setelah kenyang dengan makanan yang dilimpahkanNya. Mereka diberi makan agar mereka dapat pulang sampai rumah dengan selamat. Mereka disuruhNya pulang agar kembali bekerja, dan tidak tinggal dalam kemah-kemah yang hendak didirikan Petrus, Yakobus dan Yohanes, sebagaimana yang akan dilakukan mereka di atas gunung. Mereka disuruh pula supaya bekerja sebagaimana mestinya dan tidak diusir sebagaimana Adam dan Hawa diusir oleh Tuhan dari Taman Eden, karena ketidaktaatan mereka akan kehendak Tuhan. Mereka diusir dari Taman Eden karena mereka sudah tahu tentang baik dan jahat (Kej 3: 22-24).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, hatiMu begitu penuh belas kasih. Engkau dapat melakukan apapun juga, tetapi Engkau selalu mau melibatkan kami untuk ambil bagian dalam berbagi kasih terhadap sesama. Kiranya lewat sabdaMu hari ini kami semakin peka dalam melayani Engkau lewat sesama kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

Yesus bertanya kepada mereka: 'berapa roti ada padamu?'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening