Sabtu dalam Pekan Biasa VII, 25 Februari 2017

Sir 17: 1-15  +  Mzm 103  +  Mrk 10: 13-16

 

 

 

Lectio

Suatu hari orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.  Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."  Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Mengapa para murid melarang anak-anak datang kepadaNya? Apakah mereka terasa terusik dengan kehadiran anak-anak? Atau memang selama ini keselamatan itu hanya dibicarakan pada kalangan orang-orang dewasa? Bukankah Yesus baru saja menyatakan: 'barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku', sebagaimana kita dengarkan beberapa hari lalu? Sepertinya memang pemahaman para murid kita ini amatlah lamban. Mereka benar-benar lamban dalam mendengarkan.  

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: 'biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah'. Orang seperti anak kecilah memang empunya Kerajaan Allah. Mengapa? Karena mereka selalu meminta dan meminta  bantuan Tuhan. Mereka benar-benar mengandalkan kekuatan Allah sendiri. Matius menyatakan mereka itu adalah 'orang-orang yang miskin di hadapan Allah, dan merekalah yang empunya Kerajaan Sorga' (Mat 5: 3). Anak-anak kecil pun pasti adalah orang-orang yang mengandalkan kekuatan dari Tuhan; kepada orangtuanya saja mereka berharap dan berharap, apalagi kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan iini.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya' tegas Yesus. Yang ditiru dari mereka adalah bagaimana sikap mereka dalam mengandakan bantuan Tuhan. Anak kecil adalah orang yang tak berdaya. anak kecil dengan mudahnya meminta bantuan orang lain, meminta bantuan orangtuanya, karena mereka amat sadar akan keterbatasan dan kelemahan dirinya.  

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Kalau Tuhan mengkondisikan segala yang baik dan segala kemampuan dimiliki oleh umatNya, sebagaimana diceritakan oleh Kitab Sirakh 17, mengapa kita masih harus mengandalkan Tuhan? Bukankah dengan pemberianNya berarti memang ada perhatian dan kasihNya kepada kita umatNya? Benar, segala yang baik indah dibekalkan Tuhan Allah kepada kita umatNya. Itu benar. Namun Tuhan tetap mengingatkan: 'jauhilah segala kelaliman' (Sir 17: 14), karena kecenderungan insani yang kuat memang tak jarang mengalihkan perhatian manusia dari sang Pencipta dan Pemberi segala kebaikan. Tuhan Allah lebih tahu kondisi setiap umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Di sinilah kita diingatkan juga, bahwa segala kebaikan Tuhan kepada umatNya tidak pernah memasung kita semua untuk  melakukan segala sesuatu.

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala berkat kasihMu kepada kami. Ajarilah kami untuk tetap setia mengandalkan kekuatan daripadaMu, sebab hanya padaMulah kami berharap, dan hanya padaMulah ada kehidupan kekal. Amin.

 

 

 

Contemplatio

Lalu Yesus memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening