Selasa dalam Pekan Biasa V 7 Februari 2017


Kej 1:20 – 2:4  +  Mzm 8  +  Mrk 7: 1-13

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"  Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia".

Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Adakah sesuatu yang penting untuk dibicarakan, sehingga mereka datang menjumpai Yesus? Apakah mereka hendak menegur Guru dari Nazaret ini? Tidak dapat disangkal suara Yesus telah terdengar sampai Yerusalem. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.  Tentunya mereka semua menjadi gelisah dengan kenyataan seperti itu. Apakah Guru satu ini membiarkan semuanya terjadi? Ada tamu-tamu terhormat dari Yerusalem, mereka dengan santainya makan tanpa membasuh kedua tangannya terlebih dahulu. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: 'mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?'. Sebuah pertanyaan, tetapi sekaligus teguran terhadap sang Guru. Para ahli Taurat dan kaum Farisi merasa bertanggungjawab atas semuanya itu, karena memang merekalah orang-orang yang diserahi menjaga dan melestarikan adat istiadat yang telah diturunkan kepada Israel.  

'Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik!', tegas Yesus yang tidak segan-segan terhadap para tamuNya. Yesus tidak merasa kuatir ataupun takut terhadap mereka yang memang duduk di kursi Musa dalam tradisi Israel. Yesus berkata apa adanya. 'Sebab ada tertulis: 'bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia'. Yesus sepertinya tidak hanya membahas peristiwa yang dilihat dan dirasakan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Peristiwa yang mereka lihat menjadi pintu masuk untuk membuka mata dan telinga hati mereka yang mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada adat istiadat manusia. Mereka benar-benar kaum munafik, karena mereka rajin beribadah dan berdoa tetapi yang mereka hayati adalah aneka aturan peradatan. Mengapa Yesus berkata-kata demikian? Adakah bukti yang disampaikan kepada mereka?

'Musa telah berkata: hormatilah ayahmu dan ibumu dan siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya'. Inilah kemunafikan. Membungkus kejahatan, perilaku jahat, dengan alasan peribadatan, alasan persembahan kepada Tuhan. Sebuah tindakan yang membohongi orang lain dengan memakai alasan ritual keagamaan, kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat membenarkan tindakan seperti itu, karena mereka mendapatkan keuntungan dari tindakan itu. Ini jelas-jelas 'firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu'. Perlakuan kasih terhadap orangtua ditiadakan dan cukup digantikan dengan kurban persembahan yang sesaat itu. Itulah contoh kemunafikan kaum Farisi dan ahi-ahli Taurat, dan banyak hal lain seperti itu yang mereka lakukan.

'Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri'. Semuanya itu mereka lakukan, karena memang mereka mendapatkan keuntungan. Jiwa kaum Farisi dan para ahli Taurat itu amat koruptif. Lagi pula aturan adat istiadat dilakukan dan menjadi pilihan utama, karena amat mudah dan segera selesai, dibandingkan dengan perhatian kepada perintah Tuhan. Kurban persembahan yang diintensikan bagai orangtua sebenarnya tidak menghapus dan tidak menyelesaikan perhatian kita terhadap orangtua.

Masih adakah tindakan koruptif dan bahkan kemunafikan terjadi di jaman sekarang ini. Masih ada tentunya. Mungkin lebih halus dan indah membungkusnya, karena kelihaian akal budi kita. Apabila semuanya dilakukan berarti perlawanan terhadap Tuhan sendiri. Bukankah Dia menciptakan manusia sesuai dengan gambarNya (Kej 1:20 - 2:4), yang murah hati dan penuh kasih sayang? Kemunafikan diri dan korupsi mencoreng nama Allah yang disuratkan dalam diri setiap orang, umat Allah yang dikasihiNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jauhkanlah kami dari kemunafikan yang menjauhkan kami dari cerminan sifatMu yang adalah kasih. Tetapi mampukan kami, agar berani melakukan kebenaran di atas hukum aturan yang kadangkala menyesatkan dan menjauhkan kami daripadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening